1.Pendahuluan
1.1
Indonesia mempunyai pulau yang sangat
banyak. Di pulau tersebut banyak terdapat kota kota besar yang banyak di huni oleh masyakarat. Kota
kota tersebut memiliki nilai kehidupannya masing-masing. Seperti yang saya akan
jelaskan tentang angka kemiskinan di Kota Depok yang termasuk sila ke Lima
“Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Dari sila tersebut, kita dapat
mengetahui isi yang terkandung di dalamnya yaitu Sila ini adalah tujuan bangsa
ini dalam bernegara yang memiliki arti mensejahterakan seluruh warga negara.
Sehingga, kesejahteraan menjadi sebuah hak seluruh warga negara, dari pemimpin
hingga rakyatnya.
1.2
Alasan saya memilih judul “Kemiskinan di Kota Depok” karena berhubungan dengan
tempat tinggal yang berada di depok, saya ingin menganalisis tetang angka
kmiskinan yang berada di Kota Depok.
1.3
Tujuan saya menulis makalah ini, yaitu :
·
Mengetahui
makna dan nilai-nilai yang terkandung dalam sila ke-5
·
Mengetahui
tujuan nilai-nilai dalam sila ke-5
1.4 Sistematika penulisan karya
ilmiah
Sistematika
dari penulisan karya ilmiah terdiri dari beberapa bagian sebagai berikut:
JUDUL
ABSTRAK
LEMBAR PERSETUJUAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
BABI. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Perumusan Masalah
C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1.
Tujuan Penulisan
2. Manfaat Penulisan
BAB II. Analisis Landasan teori
2.1 Analisis hasil
2.2 Penampilan Anggapan
2.3 Pernyataan hipotesis
2.4 Hal-hal yang diharapkan
BAB III. Analisis dan Penetapan
Metode yang digunakan
3.1 Sample, Prosedur sampeling
3.2 Motode dan Prosedur pengolaan
data
3.4 Metode dan Prosedur
penganalisisan data
BAB IV Pengumpulan dan Penyajian data
4.1 Uraian secara singkat
4.2 Penyajan table
4.3 Penyajian diagram grafik
Bab V. Analisis Data
5.1 Analisis Statistik
5.2 Analisis Kwalitatif
5.3 Analisis Kwantitatif
5.4 Analisis Komparatif
5.5 Kesimulan Analisis
Bab VI. Kesimpulan dan Saran
6.1 Ungkapan kembali secara singkat
tentang masalah
6.2 Nyatakan kembali metode yang
digunakan
6.3 Ungkapkan kembali pernyataan
masalah
6.4 Saran dan rekomendasi yang
relevan
Bab Pendahuluan
1.1 Latar belakang Masalah
Siapa
yang tidak kenal dengan bangsa Indonesia. Bangsa yang memiliki budaya yang
beragam dan kaya akan sumber daya alam. Tidak hanya itu Bangsa Indonesia
terdiri dari pulau-pulau yaitu Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Irian Jaya
dan masih banyak pulau kecil lainnya. Bisa kita lihat betapa luasnya Negara
kita ini. Wilayahnya luas, penduduknya pun juga banyak.
Bangsa
Indonesia disebut sebagai zamrud khatulistiwa, karena hamparan hijau yang
membentang dari sabang sampai merauke dan dilewati garis khatulistiwa.
Sepatutnya kita semua sangat bangga menjadi warga Negara Indonesia karna selain
memiliki sumber daya alam yang melimpah, alam Indonesia juga memiliki
pemandangan yang sangat indah. Tidak heran kalau warga mancanegara sangat
tertarik untuk datang ke Indonesia.
Namun
ketika para warga mancanegara itu sampai di Negara kita, tak jarang dari mereka
yang mengeluh soal ketidaknyamanan karna tindak kriminal yang marak terjadi di
negara kita. Akibatnya jumlah warga mancanegara yang datang ke Indonesia
jumlahnya berkurang. Tindakan criminal terjadi tentunya ada sebabnya. Karena
ada masyarakat yang hidupnya tidak berkecukupan. Kondisi yang tidak
berkecukupan inilah yang sering kita sebut dengan kata kemiskinan.
Kemiskinan,
kata ini adalah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hampir setiap
topik bahasan seminar dan surat-surat kabar selalu membahas kata tersebut. Baik
masyarakat maupun pemerintah sudah tidak tabu lagi membahasnya.
Budaya
yang beragam, kaya akan sumber daya alam, nyatanya tidak menjadi jaminan untuk
menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sudah pasti memiliki taraf hidup yang
layak. Ketika saya berjalan untuk naik angkutan umum menuju kampus, sering
terlihat banyak pengemis yang berkeliaran di jalan raya. Tidak hanya pengemis
tetapi juga banyak pengamen yang lalu lalang ke angkutan umum yang satu dan
lainnya
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka
penulis mengangkat masalah tentang bagaimana kemiskinan di kota Depok yang belum terhapus hingga hari ini padahal
sudah banyak program telah dilaksanakan oleh pemerintah maupun pihak yang
terkait? Berdasarkan data persentase kemiskinan di kota Depok berturut-turut
mulai dari tahun 2010 hingga tahun 2013
adalah 3.77%, 4.20% dan 5.67%. Hal ini mencerminkan bahwa tingkat
keberhasilan dari program-program yang telah dilaksanakan pemerintah selama ini
masih belum efektif secara menyeluruh meskipun itu telah mengurangi persentase
angka kemiskinan pertahunnya. Apa yang akan terjadi jika kesejahteraan
masyarakat di Kota Depok yang dari Tahun ke Tahun mengalami menurunan yang
cukup banyak? Kita bisa mengambil kesimpulan jika masyarkat semakin hari
semakin terpuruk , apa akibatnya? Banyakya pengamen jalanan, makin banyaknya
pengemis di jalan raya, anak sekolah yang minimal bisa sampai SMA menjadi tidak
sampai karena soal biaya dll. Itu menunjukkan bahwa pemerintah belum bisa
menangani factor kmiskinan yang di alami oleh masyarakat kota Depok
1.3 Tujuan dan Manfaat
Yang
menjadi tujuan dalam penulisan karya ilmiah
ini adalah menjelaskan bagaimana kemiskinan di kota Depok agar terhapus dengan adanya program-program
pemerintah maupun pihak yang terkait. Sedangkan manfaat yang akan dicapai
adalah dapat menjadi solusi yang tepat dalam penanggulangan kemiskinan di
Indonesia khususnya pada bidang program pemerintah pada masa yang akan datang.
Sebagai bangsa Indonesia tidak ada kata terlambat dalam berwirausaha demi
mencapi masyarakat yang sejahtera adil dan makmur sesuai dengan amanah
konstitusi negara kita. Kemiskinan relatif ini terjadi pada siapa saja kecuali
yang tidak mempunyai penghasilan karena sifatnya yang bergantung pada
persperktif pikiran seseorang. Hal ini terjadi karena ada beberapa faktor yang
mempengaruhi kemiskinan tersebut antara lain sebagai berikut:
a) Kesenjangan sosial yang
berlebihan, ini mungkin berhubungan dengan strata sosial.
b) Ketidakadilan Strukural.
c) Efek Pameran Barang-barang
konsumtif (demonstration effects).
Kemiskinan ini juga memiliki dampak
yang lebih besar daripada kemiskinan absolut. Karena dapat membakitkan emosi
dan kemarahan yang lebih cepat dari apa yang belum dipikirkan seseorang yang
berakibat pada kerusuhan, kejahatan dan tindakan kekerasan.
Bab 2 Analisis Landasan Teori
2.1 Analisis hasil
Dalam
menangani masalah kemiskinan ini, harusnya pemerintah kota depok memberikan
lowongan pekerjaan untuk masyarakat Depok yang di anggap kehidupan sehari
harinya masih jauh dari kata CUKUP. Dan
analisis pengaruh yang paling besar terhadap kemiskinan yaitu banyaknya tindak
kriminal seperti kasus perampokan, penjambretan dll karena tidak adanya
penghasilan yang dia dapat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya masing- masing dan
mereka melakukanya dengan alasan tersebut.
2.2 Penampilan Anggapan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi
ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat
berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh
kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap
pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang
memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya
melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya
dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan
masyarakat kota Depok sangat memperihatinkan sekali. Karena kita bisa
banyangkan mereka untuk menutupi kebutuhannya sehari hari saja tidak cukup,
bagaimana jika mereka sakit dan harus berobat k rumah sakit yang bisa memakan
biaya yang sangat besar?
2.3 Pernyataan hipotesis
Kemiskinan
bukan hanya berdampak buruk untuk mereka yang merasakan, tapi masyarakat yang
mampu pun merasakan dampak negatif. Contohnya yaitu masyarakat yang miskin
harus memenuhi kebutuhan hidupnya masing-masing dengan melakukan apa saja yang
menghasilkan uang. Tapi banyak masyarakat yang tidak bisa menjaga iman mereka
dan terjerumus dengan tindak kejahatan dan kekerasan terhadap masyarakat lain.
Misalnya merampok dan menjambret. Mereka melakukan apa saja demi mendapatnya
uang. Banyak kasus yang terjadi di depok, Jawa Barat.
2.4 Hal yang diharapkan
Yang diharapkan untuk memperbaiki angka
kemiskinan tersebut yaitu membuka lowongan pekerjaan dan mereka harus dapat
memperoleh gaji yang mencukupi kebutuhan hidupnya dan masyarakat di Kota Depok
sedikit demi sedikit akan memperbaiki angka kemiskinan. Berkaitan dengan itu
maka penulis menawarkan gagasan dalam menyusun sebuah program penanggulangan
kemiskinan di kota Depok yang selama ini
tidak diberdayakan oleh pemerintah maupun pihak yang terkait. Program tersebut
antara lain bantuan ekonomi produktif bagi masyarakat miskin yang terlebih
dahulu mengikuti pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh dinas yang
mempunyai keahlian di bidang ini agar dalam melakukan sebuah usaha di tengah
persaingan global dapat bersaing secara kompetitif dengan pengusaha yang lain
yang telah lama memulai usaha. Hal ini tentunys tidak terlepas dari minat dan
potensi masyarakat Indonesia secara umum dan masyarakat kota Depok pada
khususnya, karena walaupun dilaksanakannya program tersebut tetapi ini kembali
kepada individu atau mayarakat yang menjalankan program tersebut.
Karena keberhasilan dari sebuah program
akan terwujud ketika masyarakat sudah maju dan mandiri serta tidak bergantung
sepenuhnya kepada donatur dalam hal ini pemerintah baik ditingkat pusat,
daerah, maupun ditingkat kelurahan.
Bab Analisis dan Penetapan Metode yang digunakan
3.1 Sample, produser sampeling
Kita
bisa lihat dari banyak masyarakat yang mengambil program BLT (Bantuan Langsug
Pemerintah) yang di khususkan diberikan kepada orang yang kuran mampu.
3.2 Metode dan prosedur pengolahan
data
Dalam
karya tulis ini metode yang digunakan adalah metode perspektif atau pendekatan,
yaitu dengan melihat bagaimana program-program yang dilakukan oleh pemerintah
dalam menanggulangi masalah kemiskinan dibangsa ini yang mempunyai titik kajian
pada program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri. Sedangkan dalam
pengumpulan data-data yang mendukung dalam karya tulis ini adalah dengan studi
pustaka, hasil investigasi dan dokumen-dokumen elektronik yang relevan dengan
masalah penangggulangan kemiskinan khususnya di Indonesia termasuk kota Depok.
Untuk
pengolahan data tentang angka kemiskinan di Indonesia dan kota Depok pada khususnya yaitu didasarkan pada
pengolahan data Badan Pusat Statistik (BPS). Dan dalam pembahasan masalah dalam
karya tulis ini menggunakan analisis sintesis untuk dapat menghasilkan
kesimpulan yang tepat dan akhirnya direkomendasikan dengan harapan bahwa dapat
menjadi solusi kedapan dalam penanggulangan kemiskinan.
3.3 Metode dan Prosedur
penganalisisan data
Menyediakan
prosedur praktis dalam melakukan survey pengumpulan data melalui metode
pengumpulan data (teknik sampling). Pengetahuan ini berguna untuk mendapatkan
hasil pengukuran yang terpercaya.
Bab 4 Pengumpulan dan Penyajian Data
4.1 Uraian secara singkat
Di
kota Depok angkat kemiskinannya semakin tahun semakin bertambah karena
banyaknya barang-barang kebutuhan pokok yang semakin hari harganya semakin
meningkat dan di susulnya harga BBM yang dinaikan pemerintah, oleh sebabnya
masyarakat yang sebelumnya sudah bisa dikatakan miskin menjadi semakin miskin
atau terpuruk dengan harga-harga kebutuhan pokok yang semakin mahal .
4.2 Penyajian Tabel
Tabel angka kemiskinan dari tahun ke tahun
|
KOTA
|
ANGKA KEMISKINAN
|
|
2010
|
2011
|
2012
|
2013
|
|
Depok
|
2.56%
|
3.01
|
3.98
|
5.13
|
4.3 Penyajian diagram Grafik
Grafik angak kemiskinan di kota Depok
Bab 5 Analisis Data
5.1 Analisis Statistik
Metode yang digunakan dalam artikel ini
menggunakan metodologi survei statistik sesuai standa ryang diberikan
pemerintah dan merupakan data statistik resmi negara untuk mengukur kinerja
pembangunan kota. Statistika adalah ilmu yang mempelajari bagaimana
merencanakan, mengumpulkan, menganalisis, menginterpretasi dan mempresentasikan
data
Tujuan
analisis data adalah
1.
Data dapat diberi makna yang berguna dalam memecahkan masalah masalah
penelitian
2.
Memperlihatkan hubungan-hubungan antara fenomena yang terdapat dalam penelitian
3.
Untuk memberikan jawaban terhadap hipotesis yang diajukan dalam penelitian
4.
Bahan untuk membuat kesimpulan serta implikasi-implikasi dan saran-saran yang
berguna untuk kebijakan penelitian selanjutnya
5.2 Analisasi Kualitatif
Keadaan
masyarakat di kota Depok cukup memprihatinkan, kurang adanya perhatian dari
pemerintah terhadapt masyarakat yang miskin. Banyak orang-orang miskin yang
menjadi gelandangan, pengamen, pengemis dll. Bahkan dar factor kemiskinan,
banyak juga yang melakukan tindak kejahatan seperti perampokan dan
penjambretan. Hal tersebut di karenanya mereka semua butuh uang untuk mencukupi
kebutuhan hidupnya sehingga masyarakat yang terbilang cukup merasa resah dengan
tindak kejahatan yang di lakukan oleh orang-orang jahat.
5.3 Analisis Kuantitatif
Dari hasil
jumlah yang di dapat terdapat ratusan orang yang termasuk golongan orang yang
tidak mampu atau yang di sebut miskin angka kemiskinan di kota Depok selalu
naik dari tahun ke tahun mulai dr 3.77% (2011), 4.20%(2012), 5.67%(2013) dari
1.738.570 jiwa. Dari semakin banyaknya angka kemiskinan tersebut, pemerintah
berupaya melakukan program-program yang di anggap bisa memperkecil angka
kemiskinan di Indonesia termasuk kota Depok. Dari program – program yang telah
di berlakukan, analisa yang dapat dapat tidak sesuai apa yang di harapkan
pemerintah. Program tersebut bukan berdampak positif untuk memperkecil angka
kemiskinan, tetapi dampak buruk yang di dapat. Seperti program Bantuan Langsung
yang di berikan uang langsung kepada masyarakat, itu sama saja tidak
mengajarkan masyarakat untuk menuntut ilmu seperti wirausaha dll. Pemerintah
kurang memikirkan dampak yang telah di berlakukan oleh masyarakat yang kurang
mampu.
5.4 Analisis Komparatif
Dari hasil
analisis yang saya dapat, jumlah orang miskin di Depok tahun 2013 sebanyak
53.252 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan. Berurutan warga miskin terbanyak per
Kecamatan adalah di Kecamatan Tapos sebanyak 8.945 jiwa, Pancoran Mas sebanyak
7.370 jiwa, dan Bojongsari 3.829 jiwa. Sementara Kecamatan yang paling sedikit
warga miskinnya adalah Cinere, yaitu 1.768 jiwa. Angka ini cukup lumayan di
banding di DKI Jakarta mencapai 354,19 ribu orang pada tahun 2013.
5.5 Kesimpulan Analisis
Melihat dari sudut pandang sila kelima Pancasila, yang
berbunyi "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia", sudah
seharusnya orang - orang kaya yang berada di Republik ini ikut mengambil
langkah dalam proses penanggulangan kemiskinan. Banyak orang kaya yang berada
di Republik ini, akan tetapi orang yang peduli akan kemiskinan sangatlah
sedikit, sehingga sila kelima Pancasila belum sepenuhnya dihayati oleh para
orang kaya yang bernaung di Republik ini. Pemerintah pun jangan hanya berdiam
diri mengetahui keadaan tersebut. Pemerintah bisa melakukan upaya berupa
Gerakan Nasional yang bertujuan mensejahterakan sesama, tentunya tidak selalu
dengan cara memberikan bahan pangan kepada orang miskin, melainkan bisa dengan
cara memberikan mereka modal untuk mereka berusaha supaya bisa keluar dari
kemiskinan. Gerakan Nasional Memberantas Kemiskinan harus dicetuskan oleh
pemerintah kepada semua kalangan yang berkepentingan di Republik ini, terutama
orang - orang kaya dan pengusaha yang menguasai bisnis di negara ini, jangan
sampai para orang kaya dan pengusaha tersebut mengambil untung dari rakyat
Indonesia akan tetapi tidak mau peduli terhadap kemiskinan yang terjadi pada
negeri ini. Pemerintah harus mendorong para pengusaha untuk melakukan tindakan
pemberantasan kemiskinan secara nyata. Masalah penanggulangan kemiskinan tidak
hanya kita dengar dalam kehidupan bernegara, dalam kehidupan beragama pun pasti
kita sering mendengar ajakan untuk saling berbagi, yang mana setiap agama
pastinya mengajak setiap umatnya untuk saling berbagi dengan sesama manusia.
Yang berkecukupan dihimbau berbagi dengan yang berkekurangan, sehingga manakala
yang berkecekupan menjadi berkekerungan, akan ada berkecukupan lainnya yang
berbagi dengannya. itulah sepenggal ajakan untuk saling berbagi antar sesama
umat manusia yang pernah saya baca. sudah pasti setiap agama punya cara masing
- masing yang bertujuan untuk mengajak umatnya berbagi dengan sesama manusia
yang membutuhkan bantuan. Diharapkan Pemerintah bisa mengambil isu ini dalam
upaya pemberantasan kemiskinan. Bisa pula dijadikan dasar pemikiran dalam tren
Gerakan Nasional Memberantas Kemiskinan, dengan cara membantu sesama umat
manusia yang berada di sekitar kita.
Bab 6 Kesimpulan dan saran
6.1 Ungkapkan kembali secara singkat
tentang masalah
Angka kemiskinan di kota Depok dari
tahun ke tahun makin meningkat yang di sebabkan oleh harga barang pokok yang
semakin mahal, oleh sebab itu banyaknya masyarakat yang tak tahan dengan
kehidupan mereka. Sehingga kurangnya kesejahteraan masyarakat kota depok yang
menjadi cita-cita bangsa Indonesia yang termasuk dalam sila ke-5 yang berbunyi
“Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia”.
6.2 Nyatakan kembali metode yang
digunakan
Metode yang digunakan adalah metode
perspektif atau pendekatan, yaitu dengan melihat bagaimana program-program yang
dilakukan oleh pemerintah dalam menanggulangi masalah kemiskinan dibangsa ini
yang mempunyai titik kajian pada program Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Mandiri. Sedangkan dalam pengumpulan data-data yang mendukung dalam karya tulis
ini adalah dengan studi pustaka, hasil investigasi dan dokumen-dokumen
elektronik yang relevan dengan masalah penangggulangan kemiskinan khususnya di
Indonesia termasuk kota Depok.
Untuk pengolahan data tentang angka
kemiskinan di Indonesia dan kota Depok
pada khususnya yaitu didasarkan pada pengolahan data Badan Pusat
Statistik (BPS). Dan dalam pembahasan masalah dalam karya tulis ini menggunakan
analisis sintesis untuk dapat menghasilkan kesimpulan yang tepat dan akhirnya
direkomendasikan dengan harapan bahwa dapat menjadi solusi kedapan dalam
penanggulangan kemiskinan.
6.3 Ungkapkan kembali pernyataan
masalah
Kemiskinan merupakan hal yang tak
terelakkan bagi negara berkembang tak terkecuali bagi negara Indonesia. Sejak
setelah kemerdekaan bangsa ini tidak terlepas dari belenggu kemiskinan termasuk
kota Depok.
Namun
pemerintah selama ini tidak hanya tinggal diam terhadap masalah kemiskinan yang
melanda masyarakat bangsa ini bahkan mereka telah berusaha semaksimal mungkin
untuk dapat mengatasi masalah tersebut. Misalnya dengan meluncurkan Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Bantuan Langsung Tunai, menyediakan fasilitas
kredit yang diperuntukkan untuk warga miskin, membangun infrastruktur di tempat
permukiman yang kumuh, dan lain-lain di kota Depok.
Pertanyaan
kemudian yang muncul adalah apakah seluruh program tersebut dapat terlaksana
dengan benar? sejauh mana keefektifan seluruh program-program tersebut?
dapatkah mensejahterakan masyarakat miskin?
Untuk
menjawab pertanyaan tadi kita mereview kembali terhadap program-program
pemerintah yang telah dilaksanakan selama ini sehingga dapat menemukan jawaban
yang sebenarnya. Pemerintah tidak salah dalam memberikan bantuan kepada
masyarakat miskin, tetapi kita tidak dapat ingkari bahwa sebagian dalam
pelaksanaan program tersebut masih belum mendapat hasil yang maksimal dan
benar-benar menentaskan kemiskinan.
Pada
umumnya masyarakat miskin di kota Depok tidak memiliki surplus pendapatan untuk
bisa ditabung bagi pembentukan modal masa yang akan datang hanya bisa memenuhi
kebutuhan hidupnya sehari-hari. Bukan hanya itu tetapi juga porsi anggaran
penanggulangan kemiskinan . Sebab lain yang menyebabkan kurang efektifnya
keberhasilan program yang dilakukan pemerintah adalah kurangnya ruang gerak
bagi masyarakat miskin untuk memberdayakan dirinya. Bantuan yang selama ini
sebagian hanya bersifat satu arah yaitu masyarakat hanya menerima bantuan
tersebut tanpa berperan serta dalam pembuatan program tersebut. Sebenarnya
tidak ada yang salah terhadap bantuan yang dperuntukkan bagi masyarakat miskin
hanya saja perlu diadakan perubahan termasuk dalam pelaksanaan program
tersebut. Misalnya program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri perkotaan
(PNPM M-P). Program ini baik dalam hal pelaksanaan dan langusung menyentuh
masyarakat miskin tetapi ada beberapa kendala yang terjadi di masyarakat.
Menurut pengamatan saya selama ini kebanyakan bantuan yang diberikan hanya
bersifat bantuan fisik yang tidak bisa diberdayakan hanya ada satu atau dua
kelompok saja yang bisa diberikan bantuan ekonomi produktif, mengapa hal
demikian bisa terjadi? Ada beberapa hal yang melatarbelakangi hal tersebut
yaitu:
1. Tidak terdapat dalam
Rencana Program Jangka Mengenah (RPJM) Pronangkis dan Rencana Program Jangka
Panjang (RPJP) yang telah diputuskan sebelumnya.
2. Kurangnya partisipasi
masyarakat miskin dalam penentuan keputusan yang akan dituangkan dalam Rencana
Program Jangka Menengah dan Rencana Program Jangka Panjang (RPJP).
3. Kurangnya ilmu
pengetahuan tentang bagaimana berwirausaha.
Dari tiga hal di atas
saling berkaitan satu sama lainnya karena bila salah satu point saja tidak
terpenuhi maka akan terjadi kendala-kendala di dalam pelaksanaan program bahkan
akan menimbulkan masalah baru. Pengelolaan program atau kegiatan berjalan tidak
efektif karena menimbulkan tumpang tindih dalam melakukan pendataan dan juga
ada desa-desa atau kelompok masyarakat yang tidak terlayani.
Dalam hal ini sebaiknya pemerintah atau pihak yang mempunyai
kewenangan terhadap pelaksanaan program ini dapat mengambil langkah-langkah
yang tepat sebelum memutuskan program-program yang akan diberikan kepada
masyarakat agar dalam pelaksanaan dapat meminimalisir terjadinya masalah. Pihak
yang berwajib dalam hal ini Koordinator dan Fasilitator lapangan sebaiknya
sebelum memberikan bantuan kepada warga miskin dapat melakukan survei dan
pengambilan data yang akurat sehingga di dalam pelaksanaan program tersebut
tidak menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat yang belum tersentuh
bantuan. Di sisi lain hal itu telah
dilaksanakan dengan benar tetapi kembali lagi kepada individu yang menikmati,
menjalankan bantuan tersebut. Salah satunya adalah kurangnya minat dan potensi
masyarakat miskin untuk berwirausaha. Hal ini tentunya tidak didukung oleh
kapasitas keilmuan yang memadai sehingga dalam minat dan potensi ada tetapi
sangat minim.
Alangkah baiknya ketika bantuan itu diluncurkan masyarakat
telah siap dan mampu mengembangkan bantuan misalnya bantuan ekonomi produktif
seperti pengadaan tenda pengantin, bengkel las, usaha warnet dan sebagainya.
Artinya bahwa tidak selamanya mendapat bantuan dari pemerintah untuk
mengembangkan usaha yang telah terbentuk kecuali kelompok masyarakat tersebut
yang membiayai seluruh aspek keberlangungan sebuah usaha baik itu skala kecil
dan menengah.
Dengan demikian
pemerintah bersama aparatnya harus memikirkan dan menyusun program baru lagi
demi untuk memberantas masalah kemiskinan di kota Depok.
Tentunya semua itu tidak
akan dapat terlaksana dengan baik tanpa dukungan dari semua pihak baik
stekholder, pemerintah, swasta, maupun masyarakat secara umum agar Indonesia
benar-benar keluar dari kemiskinan dan utang-utang luar negeri. Karena dana
yang digunakan oleh program pemerintah khususnya Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri berasal dari Bank Dunia.
Ini
merupakan utang yang harus dibayar oleh pemerintah dan ketika program itu
kurang begitu efektif maka mulailah kita berpikir secara rasional demi
kemakmuran bangsa ini dan tidak akan menamba utang-utang yang ada tetapi
bagaimana kita berpikir seberapa besar kontribusi yang kita berikan kepada
negara. Dengan demikian apabila kita berbuat kesalahan dalam melakukan sebuah
kegiatan yang sifatnya demi kepentingan orang banyak apalagi masyarakat miskin
dan telah melampaui batas kewajaran maka cepatlah mengambil sebuah keputusan
yang tepat agar bangsa jangan terus terpuruk di mata lokal, regional, nasional
maupun di kanca internasional. Dari
hasil investigasi dilapangan bahwa wargalah yang kurang berpartipasi dalam
program padahal sosialisasi itu sudah dilaksanakan sebelum pelaksanaan program.
Untuk itu ini merupakan tantangan yang paling berat yang harus dihadapi
peleksana program pemerintah khususnya PNPM Mandiri.
Di
Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari pelaksanaan program PNPM Mandiri
Perkotaan ini sudah lama terlaksa. Namun saya tidak menjamin apakah dalam
pelaksanaan itu efektif atau tidak?
6.4 Saran dan rekomendasi yang
relevan
Dari analisis yang saya buat
kali ini, saya member saran kepada pemerintah kota depok untuk memberikan
semacam lowongan pekerjaan untuk masyarkat kota depok agar masyarakat yang
tidak mempunyai pekerjaan dan penghasilan dapat bekerja di tempat tersebut . Dan
pemerintah harusnya memperhatikan masyarakat yang kurang mampu agar mereka
merasakan kepedulian pemerintah terhadap masyarakat miskin. Dan berdasarkan
pembahasan yang tersebut di atas maka dapat mengambil kesimpulan bahwa Program
Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri baik itu yang dilaksanakan di tataran
Kota maupun di tataran Desa sudah cukup baik meskipun masih banyak kendala yang
terjadi di masyarakat. Ada beberapa kesimpulan yang penulis utarakan
diantaranya:
1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri perlu dibenahi
tentang pendataan warga miskin agar dalam pelaksanaan kegiatan tidak
menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat miskin lainnya.
2. PNPM Mandiri masih menimbulkan masalah yang baru dalam penanggulan
kemiskinan yaitu masih banyaknya penyelewengan dana yang dilakukan oleh
penerima bantuan khususnya bagi dana bergulir.
Dari pembahasan serta kesimpulan di atas penulis merekomendasikan
beberapa hal yaitu:
1. Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri ini sangat baik bila di
dalam melaksanakan kegiatan yang bersifat ekonomi produktif baik dalam skala
kecil maupun skala menengah.
2. PNPM Mandiri sebaiknya dapat menyelenggarakan pelatihan berwirausahan
disamping pelatihan lain yang telah dilakukan selama ini agar dalam menerima
bantuan dapat efektif dalam kelangsungan hidup mereka dan bersifat usaha jangka
panjang.
Di sisi lain dapat menambah ilmu pengetahuan bagi masyarakat miskin yang
bisa digunakan dikesempatan lain dalam menjalani hidupnya.
3. PNPM Mandiri sebaiknya bisa melakukan pendataan yang akurat disamping
mendapat data dari kelurahan atau RW sehingga dalam pelaksanaan program dapat
benar-benar mereka yang mayoritas dalam tataran kemiskinan.