Rabu, 13 April 2016

Bahasa Inggris 2


     1. Subject - Verb Agreement
         Example:

  • She is driver taxis from Gojek
          She is drivers taxi from Gojek

  • The Child is playing basketball
          The Children are playing basketball


      2. Collective Nouns
          Example:

  • Singular
          This class is reading  seriously its book to prepare its exam

  • Plural
          These class are reading seriously their book to prepare their exam

      3. Pronoun - Subject - Object
          Example: Possessive pronoun + Possessive adj

  • Kalimat Possessive adj
          Mine is the biggest one
          The city is mine

Minggu, 13 Maret 2016

membuat kalimat present tense, past tense dan future tense

contoh kalimat subject - verb - complement - modifier

He was buy a smartphone at the mall yesterday
S    -     Verb -  Complement         -   Modifier of time

Contoh kalimat Past Tense:

  1. I was bring a flower for my mom yesterday
  2. He was got an accident on the way home yesterday
Contoh kalimat Present Tense:

  1. I go to school with my dad
  2. My mom just made a cheesecake today
Contoh kalimat Future Tense:

  1. My mom will making cookies for our family
  2. She will got to the grocery store today

Jumat, 22 Mei 2015

PROSES PENULISAN KARYA ILMIAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Menulis karya tulis ilmiah yang bersumber dari penelitian adalah menulis laporan penelitian dan artikel untuk jurnal ilmiah. Oleh sebab itu, format penulisannya menyesuaikan dengan format penelitian. Format penelitian sangat tergantung dengan metode penelitian yang digunakan, di mana setiap metode memiliki format tersendiri. Format dalam menulis karya ilmiah merupakan alur-alur jalan pikiran yang terdapat dalam sebuah penelitian yang dikaitkan dengan proses penulisan. Dan didalam dunia informasi ada berbagai macam bentuk penyampaian informasi berita, salah satunya adalah penulisan ilmiah. Penulisan ilmiah ini dapat berupa karya ilmiah, artikel, makalah dan skripsi.

Dalam pembahasan ini kita tidak akan menekankan kepada aspek-aspek penelitian seperti teknik pengambilan data, analisis data, dan teknik analisis statistika, melainkan kepada rambu-rambu pikiran yang merupakan tema pokok sebuah proses penelitian. Seperti kita ketahui bahwa penelitian adalah sebuah proses pemecahan masalah, maka penulisan karya tulis ilmaih merupakan pemaparan proses pemecahan masalah, sehingga pembaca memperoleh jawaban dari masalah yang diteliti. Karya tulis ilmiah hasil penelitian berfungsi mengkomunikasikan ihwal gagasan atau hasil penelitian yang telah dilakukan,

Setiap penulisan ilmiah biasanya diikuti dengan suatu penelitian, yang kemudian nantinya hasil dapat disusun dan diurutkan dalam bentuk tulisan.Untuk mempelajari lebih lanjut dan mendalam tentang penulisan ilmiah maka akan dibahas melalui bab pembahasan.

1.2  Rumusan Masalah

a.        Apa yang dimaksud dengan karya ilmiah, dan bagaimanakah prosedur pembuatanya?
b.       Apakah artikel itu, serta bagaimanakah prosedur pembuatannya?
c.        Apa yang dimaksud dengan makalah ilmiah, dan bagaimanakah prosedur pembuatanya?
d.       Apa yang dimaksud dengan skripsi, dan bagaimanakah prosedur pembuatanya?

1.3  Tujuan Penulisan

Didalam penulisan karya tulis ini tentunya memiliki tujuan,  yaitu:
a.        Memberikan pengetahuan serta informasi bagi mahasiswa serta pembaca tentang penulisan ilmiah.
b.       Memberikan pengertian tentang apa itu karya ilmiah, artikel ilmiah, makalah ilmiah, dan skripsi.
c.        Memberikan pemahaman tentang bagaimana prosedur pembuatan suatu karya ilmiah.
d.       Memiliki sikap positif bahwa setiap tulisan dapat dijadikan acuan bagi setiap


1.4  Manfaat
Melalui pemaparan topik ini mahasiswa diharapkan:
a.        Penulis dapat memberikan pengetahuan serta informasi bagi mahasiswa serta pembaca tentang penulisan ilmiah.
b.       Kita dapat lebih memahami tentang bagaimana prosedur pembuatan karya ilmiah, artikel ilmiah, makalah ilmiah, dan skripsi.
c.        Memiliki sikap positif bahwa setiap tulisan dapat dijadikan acuan bagi pembaca.
d.       Mampu membuat  karya ilmiah, artikel, makalah maupun skripsi.
e.        Mendapatkan ilmu yang bermafaat dan menambah wawasan kita tentang penulisan ilmiah.

BAB II
PEMBAHASAN

 2.5       Karya Ilmiah

2.1.1 Pengertian Karya ILmiah
Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah,laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
2.1.2  Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

1.Bagian Pembuka

·         Cover
·         Halaman judul.
·         Halaman pengesahan.
·         Abstraksi
·         Kata pengantar.
·         Daftar isi.
·         Ringkasan isi.
2. Bagian Isi

Bab I Pendahuluan

1.1    Latar belakang masalah.
1.2    Perumusan masalah.
1.3    Pembahasan/pembatasan masalah.
1.4    Tujuan penelitian.
1.5    Manfaat penelitian.
Bab II Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

                                            2.1        Pembahasan teori
                                            2.2        Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
                                            2.3        Pengajuan hipotesis
Bab III Metodologi penelitian

                                      3.1        Waktu dan tempat penelitian.
                                      3.2        Metode dan rancangan penelitian
                                      3.3        Populasi dan sampel.
                                      3.4        Instrumen penelitian.
                                      3.5        Pengumpulan data dan analisis data.
Bab IV Hasil Penelitian

4.1    Jabaran varibel penelitian.
4.2    Hasil penelitian.
4.3    Pengajuan hipotesis.
4.4    Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
4. Bagian penunjang

·         Daftar pustaka.
·         Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
·         Daftar Tabel

 2.6       Artikel
2.2.1 Pengertian Artikel

Artikel merupakan salah satu bentuk karya ilmiah lengkap yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan hasil pemikiran atau kajian pustaka. Dalam hal ini, artikel dapat dikatakan sebagai karya tulis yang berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang bersifat aktual dan kadang-kadang kontraversial dengan tujuan memberikan informasi, memengaruhi, meyakinkan, persuasive argumentatif, dan menghibur khalayak pembaca. Oleh sebab itu, jenis artikel ini bisa berupa artikel ilmiah murni dan artikel ilmiah populer.

Artikel adalah karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai di majalah, artikel merupakan salah satu karya tuls ilmiah yang paling sederhana. Artikel biasanya diperuntukan bagi masyarakat umum yang dimuat pada media cetak, majalah dinding, dan ada juga dari dosen dengan maksud menyampaikan ide, gagasan (baca KKBI,2001:66).

Artikel adalah karya tulis ilmiah yang berisi opini atau gagasan seseorang yang berasal dari hasil penelitian atau hasil pemikiran atau kajian pustaka dan dimuat di jurnal ilmiah atau media massa untuk memberikan informasi tenteng sesuatu kepada sekelompok orang atau khalayak ramai.

2.2.1    Prosedur Menulis Artikel
            Artikel hasil penelitian dikembangkan dengan urutan  sebagi berikut:
1.      judul artikel
Judul harus mengembangkan penelitian yang dilakukan. informasi yang penting juga harus dimunculkan dalam judul yang biasa tidak lebih dari 14 kata.

2.      Nama penulis
Nama penulis biasanya ditulis tanpa gelar akademik  akan tetapi ada pula jurnal yang tetap menuliskan gelar penulisnya.

3.      Abstrak dan kata kunci
Abstrak harus memberi gambaran ringkasan tentang penelitian, yaitu masalah, tujuan , metode dan hasil. Abstrak biasanya terdiri atas 50-75 kata yang disusun dalam satu paragraf. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dan dengan format yang lebih sempit  dari teks utama.

4.      Pendahuluan
Bagian pendahuluan biasnya tidak diberi judul, akan tetapi ada sebagai jurnal secara eksplisit menuliskannya. Pada bagian pendahuluan berisi permasalahan penelitian, menunjukan tujuan penelitian , menunjukan ringkasan kajian teori, pemecahan masalah, dan jika memungkinkan menyebutkan hipotesis.

5.      Metode penelitian
Metode penelitian menguraikan bagaimana penelitian dilakukan. Materi pokok bagian ini ialah pemaparan desain yang digunakan, memberi dengan jelas sasaran dan menggambarkan teknik atau prosedur analisis.

6.      Hasil penelitian dan pembahasan
biasannya menunjukan hasil bersih analisis data, menyajikan secara efektif kajian nonnaratif, tidak mengulang apa yang ada didalam grafik dan tabel. Pembasan merupakan bagian yang terpenting artikel sebagai penelitian. Penulis artikel menjawab pertanyaan penelitian dan menunjukan bagaimana temuan tersebut diperoleh, menginterprestasi temuan, menguraikan temuan dengan struktur pengetahuan yang telah  mapan dan memunculkan teori atau memodifikasi teori yang telah ada.

7.      Kesimpulan dan saran
Kesimpulan dan saran menyajikan ringkasan dan penegasan tulisan mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran harus sesuai dengan hasil penelitian, tidak melampaui kapasitas  temuan penelitian dan dapat dilaksanakan.

8.      Daftar rujukan
Bagian akhir dari artikel adalah daftar rujukan. Daftar rujukan ini memuat semua rujukan yang telah dimuat di dalam artikel dan memuat bahan yang tidak dirujuk.

2.2.2 Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2  Ruang Lingkup
1.3  Tujuan
1.4  Manfaat
BAB II Metode Penelitian
             2.1 Jenis Penelitian
             2.2 Sumber Data
             2.3 Teknik Pengumpulan Data
BAB III Pembahasan
             3.1       Pengertian
BAB IV Penutup
4.1  Kesimpulan
4.2  Saran
Daftar pustaka






 2.7       Makalah Ilmiah

2.3.1 PengertianMakalah Ilmiah

Istilah makalah terkadang dikaitkan dengan karya tulis dikalangan siswa/mahasiswa, yakni segala jenis tugas tertulis yang berhubungan denbgan bidang study, hasil pembahasan buku atau tulisan tentang suatu persoalan (Eko susilo dkk, 1991:145)

Menurut Tanjung (2000:7), makalh adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentan suatu masalah atau topic tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa makalah merupakan karya tulis ilmiah yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topic tertentu yang ditulis secara runtut dan sistematis dengan diserti analisis yang logis dan objektif.

Pada dasarnya, salah satu tujuan pokok penulisan makalha adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang diotulis dengan dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis memang perlu untuk diketahui dan di perhatikan.


2.3.2 Prosedur Pembuatan Makalah
   Menurut Zaenuddin (2004:114-115), format penulisan makalah secara umum terdiri atas:
1.      Bagian Awal Makalah
bagiaan awal makalah berisi tentang:
a.        Lembar Judul
Pada Bagian Ini Memuat:
1).    Judul Makalah
judul merupakan nama yang melukiskan dengan singkat masalah yang ditulis.meskipun singkat judul harus mencerminkan isi tulisan. judul harus dirumuskan dengan jelas, singkat relevan dengan isi tulisan, tetapi tidak terlalu provokatif.
2).    Nama, NIM, NPM,
3).    Nama dan tempatperguruan tinggi dan keterangan untuk apa makalh ini dibuat.
4).    Tahun
b.       Kata Pengantar
Kata pengantar belum termaksud bab pendahuluan, oleh arena itu penempatanya harus di luar tubuh tulisan. Bagian ini umumnya berisi tentang pernyataan penulis untuk menyerahkan tulisanya kepada penerima tulisan; gambaran umum tentang pelaksanaan tugas dan hasilnya,  ucapan terima kasih kepada semua pihak; tempat, tanggal, bulan, dan tahun penyusunan tulisan itu; serta penanggung jawab tulisan tersebut. Pada bagian paling akhir biasanya diakhiri harapan penulis atas teguran, kritik, dan saran-saran memperbaiki tulisan tersebut dari pembaca.
c.        Daftar Isi
Daftar isi merupakan kerangka tulisan yang terperinci yang telah ditulis, mulai dari kata pengantar sampai dengan indeks. Daftar isi diletakan pada halaman baru setelah kata pengantar.
d.       Daftar Gambar
(jika ada)
e.        Daftar Tabel
Bagian ini berisi keterangan tabel-tabel yang tercantum pada tulisan. Yang disajikan dalam bentuk tabel biasanya yang berupa jumlah, statistik, persentase, dan lain-lain (jika ada).

2.      Bagian Inti Makalah
Bagian inti masalah berisi tentang:
a.        Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bagian dari makalah yang berusaha mengantar permasalahan yang disajikan. Oleh karena sifatnya sebagai pengantar kearah permasalahan, maka pendahuluan harus berisi penjelasan yang singkata mengenai pokok persoalan dan bukan berisi pendapat atau argumentatif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendahuluan ini yaitu, umum, maksud dan tujuan , pendekatan, ruang lingkup, pengertian-pengertian, dan tata urutan.
b.       Permasalahan
Permasalahan merupakan kesulitan yang ingin dipecahkan manusia, atau suatu kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan.
c.        Pembahasan
Pembahasan merupakan isi dari makalah, berupa uaraian yang relevan dengan ruang lingkup, uraian yang membahas pemecahan masalah sesuai dengan isi topik. Pembahasan yang baik harus berorientasi pada pokok permasalahan yang disoroti selain harus disusun dengan bahasa yang baik, jelas dan singkat.
d.       Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan disesuaikan dengan kajian masalah yang telah dikemukakan. Kesimpulan itu hendakya menyatakan kembali secara ringkas tujuam makalah. Kesimpulan ditarik berdasarkan hasil/temuan penelitian tersebut. Saran merupakan anjuran-anjuran yang bersifat realitas demi memperbaiki makalah tersebut dan manfaat makalah tersebut bagi pembacanya umumnya.
e.        Penutup
Penutup merupakan bab atau  bagian yang paling akhir dari suatu makalah.penutup hendaknya ditulis secara singkat dan ringkas sebagai penegasan apa yang telah diulas atau dibahas dalam makalah tersebut.

3.      Bagian Akhir Makalah
a.        Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi semua sumber kepustakaan yang dipergunakan dalam penulisan. Sumber kepustakaan ini dapat berupa acuan dalam penulisan makalah baik dari buku, surat kabar, internet, dan sumber tertulis lainya.
b.       Lampiran-lampiran
Lampiran ini berisikan tentang tabel-tabel yang tidak tercantum dalam teks atau perincian perhitungan, gambar-gambar, bagan, peta, instrument penelitian, transkripsi, dan lain-lain.



2.3.3 Sistematika Makalah

Halaman judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1  Latar belakang
1.2  Ruang Lingkup
1.3  Tujuan Penulisan
Bab II Pembahasan
                   2.1       Pengertian
Bab III Penutup
                   3.1       Kesimpulan
                   3.2       Saran
Daftar Pustaka
Lampiran-Lampiran

 2.8       skripsi

Skripsi merupakan karya ilmiah resmi yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka menyelesaikan studi pada program sarjana (S1). penulisan skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian sesuai dengan bidang keahliannya.Skripsi disusun dan dipertahankan  untuk mencapai gelar sarjana. Skripsi ditulis dan diajukan sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana. Dalam penulisan skripsi harus memenuhi criteria dan karakteristik sebagai berikut:
1).          Merupakan karya asli hasil penelitian ilmiah berkualitas dan bukan hasil karya orang lain atu plagiat.
2).          Bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dalam bidang tertentu, baik secara teoritis maupun praktis
3).          Mengarah pada pemecahan masalah pendidikan dan pengajaran mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi, termaksuk pendidikan keluarga. Untuk bidang nonpendidikan, skripsi diarahkan pada permasalahan bidang keilmuan yang sesuai dengan program studi mahasiswa.
4).          Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan ataupun penelaah pustaka (penelitian kepustakaan) yang relevan dengan program studi yang ditempuh mahasiswa.
5).          Ditulis dalam bahasa indonesia yang baik dan benar.


2.4.1 Prosedur Pembuatan Skripsi

A.     Bagian Awal
Bagian ini memuat hal-hal:
1).          Sampul Skripsi
2).          Halaman Putih Kosong
3).          Halaman Abstrak
4).          Halaman Judul
5).          Halaman Pernyataan
6).          Halaman Pengesahan
7).          Halaman Riwayat Hidup
8).          Halaman Persembahan
9).          Halaman Moto
10).      Kata Pengantar
11).      Daftar Isi
12).      Daftar Tabel (Jika Ada)
13).      Daftar Gambar (Jika Ada)
14).      Daftar Lampiran

B.      Bagian Isi
Bagian isi memuat hal-hal sebagai berikut:
1.      BAB I PENDAHULUAN
a.        Latar Belakang Masalah
b.       Identifikasi Masalah
c.        Pembatasan Masalah
d.       Perumusan Masalah
e.        Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
f.        Ruang Lingkup Penelitian

2.      BAB III TINJAUAN PUSTAKA
a.        Tinjauan Pustaka dan Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan
b.       Kerangka Berfikir
c.        Hipotesis

3.      BAB III METODE PENELITIAN
a.        Metode Penelitian
b.       Variabel Penelitian
c.        Populasi, Sampel,  dan Teknik Sampling
d.       Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
e.        Teknik Analisis Data















BAB III
PENUTUP




 3.3       Kesimpulan

Tulisan ilmiah merupakan tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian,  dalam bidang tertentu disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisannya. Selain bahasanya harus santun dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Karya ilmiah banyak jenisnya yaitu dapat berupa, artikel ilmiah, makalah ilmiah, dan skripsi.

dalam penulisan ilmiah kita harus tunduk pada aturan-aturan dan prosedur yang berlaku dalam proses pembuatannya, serta terususun  secara sistematis, logis dan faktual. tulisan ilmiah disajikan dalam bentuk ilmiah, objektif atau apa adanya. mengguanakan bahsa baku, lugas, dan jelas.

 3.4       Saran

Setelah kita memahami bagaimana penulisan ilmiah itu, apa sajakah jenis karya ilmiah, dan bagaimanakah prosedur pembuatannya. Maka penulis mengharapkan agar kita semua mampu memahami dan mampu untuk menulis sebuah karya ilmiah bahkan lebih, tanpa merasa bingung mengenai bagaimana cara atau langkah awal penulisannya. Serta penulis mengharapkan semoga karya tulis ini menjadi pedoman atau bahkan menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa maupun pembaca pada umumnya.









DAFTAR PUSTAKA


Dalman. (2012). Keterampilan Menulis. Jakarta. Rajagafindo Persada.

Sudarmaji, dkk. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. STKIP PGRI Bandar Lampung.

Musanef, Moersaleh. (1988). Pedoman Penulisan Skripsi. Jakarta.Tema Baru.

http://www.artikelbagus.com/2012/03/artikel-ilmiah-pendidikan.html

http://www.artikelbagus.com/2012/03/artikel-ilmiah-pendidikan.html

SUMBER WEBSITE:
http://herizanyp.blogspot.com/2012/12/makalah-penulisan-ilmiah.html

Jumat, 15 Mei 2015

Fenomena Penggunaan Bahasa di Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan dengan ratusan suku yang memiliki ribuan bahasa ibu dan budayanya. Bahasa Indonesia  adalah bahasa persatuan yang digunakan untuk menyatukan dan mempermudah komunikasi antarsuku yang ada di Indonesia.Saat ini banyak terjadi pergeseran makna yang membombardir kekukuhan bahasa Indonesia. Keberadaan Bahasa Indonesia mengalami banyak perkembangan dari sejak awal terbentuknya hingga saat ini karena keterbukaannya. Ada dua fenomena yang terjadi dewasa ini yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia, yaitu : A. Fenomena Positif   Bahasa Indonesia telah berkembang dengan baik di kalangan masyarakat. Terbukti dengan digunakannya bahasa Indonesia oleh para ibu (khususnya ibu-ibu muda) dalam mendidik anak-anaknya. Dengan demikian, anak-anak menjadi terlatih menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan di masa depan mereka memiliki keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.Kita juga perlu berbangga hati dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam produk-produk perusahaan luar negeri, baik dalam kemasannya, prosedur penggunaannya, maupun keterangan produk yang dihasilkan. Mereka melakukan hal ini untuk mempermudah promosi, sehingga produk mereka laku dipasarkan di Indonesia.Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa Indonesia diakui oleh masyarakat Internasional khususnya para pengusaha asing. B. Fenomena Negatif   Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak ditemukan perkembangan bahasa yang menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia, seperti munculnya bahasa gaul, bahasa komunikasi kelompok bermain atau bahasa prokem, bahasa SMS dan bahasa yang sedang banyak dibicarakan belakangan ini yaitu Bahasa Alay. Dewasa ini, kesadaran untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan remaja mulai menurun, mereka lebih senang menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia. Fenomena seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena hal ini dapat merusak kebakuan dan merancukan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia harus tetap berkembang, walaupun diterpa oleh kemunculan bahasa-bahasa asing dan bahasa pergaulan.Kita seharusnya malu jika tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, karena kita pemiliknya. Sekarang ini, kita cenderung menyepelekan dan mencampuradukkannya dengan bahasa daerah, seperti mencampurnya dengan bahasa Jawa. Fenomena ini sering kali kita jumpai dalam pergaulan sehari-hari, contohnya di sekolah, saat jam pelajaran kita menggunakan bahasa Indonesia, tetapi saat kembali bercengkerama dengan teman-teman, kita lupa akan bahasa Indonesia. Apalagi dengan kemunculan bahasa gaul dan bahasa prokem yang ternyata sudah dibukukan oleh salah seorang artis ternama kita, Debbie Sahertian.Jadi, sebaiknya antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia harus berkembang seimbang, agar peran bahasa Indonesia di era global ini diakui dan tetap berdiri tegak di bumi Indonesia. Bahasa gaul, bahasa prokem, bahasa Indonesia yang mengalami penginggrisan harus dapat ditekan dan hanya sebatas untuk komunikasi pergaulan. Bahasa pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. Oleh karena itu, bahasa Indonesia dalam konteks kebudayaan nasional merupakan komponen yang paling representatif dan dominan, termasuk upaya melanggengkan kesatuan bangsa (Hasan Alwi, 1998). Orang Indonesia sebaiknya belajar mencintai bahasa nasionalnya dan belajar memakainya dengan kebanggaan dan kesetiaan, sehingga membuat orang Indonesia berdiri tegak di dunia ini walaupun dilanda arus globalisasi dan tetap dapat mengatakan dengan bangga bahwa orang Indonesia menjadi bangsa yang berdulat yang mampu menggunakan bahasa nasionalnya untuk semua keperluan modern.Kita tidak boleh kalah dengan bangsa lain, seperti Arab, Italia, Jerman, Prancis, Jepang, Korea dan Cina yang bahasanya bukan Inggris, tetapi tidak mengalami proses penginggrisan yang memprihatinkan. Masyarakat Indonesia harus dapat menunjukkan ketahanan budayanya, warganya hanya perlu diberi semangat dan didorong agar jangan cepat menyerah. Untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia di era global dan tetap mempertahankan budaya daerah seharusnya pemerintah memberlakukan peraturan atau Undang-undang tentang tata susunan, isi, dan penggunaan bahasa Indonesia yang benar dalam surat kabar, tabloid, maupun majalah-majalah remaja. Sebaiknya dalam majalah remaja perlu diisikan kolom khusus bacaan berbahasa Indonesia yang benar, untuk media elektronik, seperti TV khususnya televisi swasta dan radio diadakan acara debat, cerdas tangkas, diskusi, dan acara yang menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Tetap diadakan ujian nasional bahasa Indonesia dan pemberian penghargaan kepada orang yang mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar Dari uraian di atas, setidaknya hal yang perlu diingat adalah hanya bahasa Indonesialah yang mampu mendekatkan sekaligus menyatukan berbagai etnis di Indonesia, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan lancar dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia bukanlah satu-satunya lambang identitas kebangsaan di NKRI. Hal-hal lain, seperti komitmen pada bendera Merah Putih juga merupakan lambang identitas bangsa. Tetapi, satu hal yang patut direnungkan dalam konteks ini keduanya dapat melahirkan sikap mental yang menumbuhkan rasa kebersamaanSumber : http://edijunaedi73.blogspot.com/2014/10/fenomena-bahasa-indonesia.html

Jumat, 24 April 2015

Pemesaran Handphone Asus di Indonesia

Asus memperkenalkan dua smartphone andalan terbarunya di ajang Consumer Electronics Show 2015. Kedua perangkat tersebut adalah ZenFone 2 dan ZenFone Zoom.

Tidak butuh waktu lama bagi Asus untuk menghadirkan keduanya di pasar Indonesia. Meski tidak membeberkan tanggal pastinya, Juliana Chen, Country Product Group Leader Asus Indonesia, mengindikasikan bahwa keduanya sudah akan diperkenalkan pada awal kuartal kedua mendatang.

"Saya belum bisa membeberkan tanggal pastinya. Namun, waktu perilisan keduanya akan sama dengan waktu peluncuran ZenFone pertama kalinya di Indonesia," ungkap Juliana di sela-sela acara peluncuran laptop game Republic of Gamer G550JK.

Menurut penelusuran KompasTekno, Asus merilis seri perdana dari ZenFone pada April 2014 yang lalu. Saat ditanya, apakah ZenFone 2 dan ZenFone Zoom akan dirilis pada April 2015, Juliana sedikit mengangguk sambil tersenyum kecil, seperti ingin mengonfirmasikan pertanyaan tersebut.

Produk ZenFone 2 sendiri sebenarnya dapat dibilang cukup istimewa. Mengapa? Salah satu versi dari perangkat ini sudah dilengkapi dengan RAM 4 GB. Dapat dikatakan, produk tersebut merupakan ponsel pertama yang hadir dengan RAM sebesar itu.

ZenFone 2 dengan RAM 4 GB ini nantinya akan dikombinasikan dengan prosesor Atom Z3580 2,3 GHz quad-core 64-bit, dan media penyimpanan internal 64 GB.

Adapun, versi standar dari ZenFone 2 dilengkapi dengan prosesor Atom Z3560 1,8 GHzquad-core 64-bit dari Intel, RAM 2 GB, dan media penyimpanan internal 16 GB.

Sementara, ZenFone Zoom merupakan ponsel-kamera pertama besutan Asus. Ia dilengkapi dengan kemampuan kamera yang mumpuni, yakni optical zoom hingga 3x. Produk ini diklaim tetap dapat menjepret gambar yang baik, meski sudah di-zoom sampai 3 kali.

Di pasar global, Asus ZenFone 2 akan dilepas dengan harga mulai dari 199 dollar AS atau sekitar Rp 2,5 juta. Sedangkan Asus ZenFone Zoom dihargai 399 dollar AS atau sekitar Rp 5 juta. 

Jumat, 17 April 2015

Kata Pengantar

Kata Pengantar
Segala puji hanya milik Allah SWT, Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya penyusunan mampu menyelesaikan Penelitian Ilmiah saya.
Dalam penyusunan tugas ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penysusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan dan bimbingan orang yang sudah berpengalaman, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Penelitian ini di susun agar pembaca dapat memperluas ilmu berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi dan berita. Penelitian ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang dating dari diri penyusunan maupun yang datang dari luar. Dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Semoga penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Gunadarma. Saya menyadari penelitian ini masih banyak kekurangan. Untuk itu, kepada dosen pembimbing daya meminta masukkannya demi pemberbaikan pembuatan penelitian saya di masa yang akan datang

Jumat, 27 Maret 2015

jurnal PI Pengaruh Kualitas, Harga, Citra Merek dan Desain Produk Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Jenis MPV Merek Toyota Avanza Di Kota Depok

Pengaruh Kualitas, Harga, Citra Merek dan Desain Produk Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Jenis MPV Merek Toyota Avanza Di Kota Depok

            PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Di jaman modern seperti sekarang ini, manusia semakin berkembang pesat. Banyaknya aktivitas yang mereka lakukan, mengharuskan mereka memiliki alat pendukung yang dapat memudahkan dan menyelesaikan pekerjaan mereka secara cepat, seperti transportasi. Menurut Gunawan (2014:1), transportasi dapat didefinisikan sebagai suatu usaha dan kegiatan mengangkut atau membawa barang dan / atau penumpang dari suatu tempat ke tempat lainnya.
Salah satu sarana transportasi tersebut adalah mobil. Mobil memiliki berbagai jenis, salah satu jenis mobil yang diminati konsumen yaitu mobil MPV(Multi Purpose Vehicle). Berbagai jenis mobil MPV membanjiri pasar mobil nasional, seperti Daihatsu (Xenia), Suzuki (APV), Honda (Odyssey dan stream), Toyota (Avanza dan Innova), Nissan (Grand Livina), Isuzu (Phanter) dan lain sebagainya. Kendaraan dengan konsep MPV paling digemari oleh masyarakat Indonesia, hal ini tercermin dari penjualan kendaraan jenis ini yang menguasai pasar mobil nasional. Perkembangan pesat industri otomotif di Indonesia membuat tingkat persaingannya menjadi semakin ketat, khususnya pada industri mobil. Para produsen mobil terus melakukan inovasi terhadap produknya. Hal ini terlihat dari semakin beraneka ragamnya merek dan jenis mobil di Indonesia dengan harga yang bersaing.
Dalam pemilihan mobil, tentu saja masyarakat akan memilih mobil dengan kualitas produk yang baik. Menurut Assauri (2013:211), Kualitas produk merupakan hal yang perlu mendapat perhatian utama dari perusahaan/produsen, mengingat kualitas suatu produk berkaitan erat dengan masalah kepuasan konsumen, yang merupakan tujuan dari kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan.
Dengan persaingan harga yang sangat ketat di dunia otomotif, Toyota mengeluarkan harga yang cukup terjangkau bagi masyarakat. Menurut Kotler dan Keller (2009), menyatakan bahwa harga adalah elemen dalam bauran pemarasan yang tidak saja menentukan profitabilitas tetapi juga sebagai sinyal untuk mengkomunikasikan proporsi nilai suatu produk.
Toyota adalah salah satu industri mobil dari Jepang yang menjadi salah satu pesaing industry mobil lainnya di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari total penjualan selama bulan April 2014 berikut :
Tabel 1.1
Total Penjual Mobil Per Merek pada bulan Desember 2014
No
Mobil
Unit
1
Toyota Avanza
112.752
2
Honda Mobilio
59.379
3
Toyota Agya
46.399
4
Toyota Kijang Inova
40.805
5
Suzuki Ertiga
32.916

Dari Tabel tersebut bahwa Toyota merek Avanza masih menjadi mobil yang terlaris di Indonesia dengan perolehan penjualan sebanyak 112.752 unit pada bulan Desember 2014 yang mengungguli mobil Merek Honda Mobilio yang perolehan penjual sebanyak 59.379 unit. Toyota sendiri dari tahun ke tahun berusaha untuk menguasai pangsa pasar di Indonesia. Mobil tipe MPV merek Avanza menjadi salah satu daya tarik masyarakat. Karena itu banyak perubahan di tiap tahunnya agar masyarakat selalu tertarik pada Toyota Avanza.
Dari pembahasan diatas dan dari data tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian ilmiah dengan judul “Pengaruh Kualitas, Harga, Citra merek dan Desain Produk Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Jenis MPV Merek Toyota Avanza Di Kota Depok”.
1.2       Rumusan Masalah
Dari pembahasan di atas, peneliti menemukan rumusan masalah yaitu :
1.      Bagaimana pengaruh Kualitas, Harga, Citra Merek dan Desain Produk terhadap keputusan pembelian secara simultan?
2.      Bagaimana pengaruh Kualitas, Harga, Citra Merek dan Desain Produk terhadap keputusan pembelian secara parsial?
1.3       Batasan Masalah
            Untuk pelaksanaan penelitian ini, peneliti membai masalahnya sebagai berikut:
1.      Yang berkaitan dengan variable kualitas, harga, citra merek dan desain produk terhadap keputusan pembelian mobil MPV merek Toyota Avanza.
2.      Responden dalam penelitian ini yaitu masyarakat pengguna mobil MPV merek Toyota Avanza di Kota Depok.
1.4       Tujuan Penelitian
            Berdasarkan pada perumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui apakah Kualitas, Harga, Citra Merek dan Desain Produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Mobil jenis MPV Merek Toyota Avanza di Kota Depok secara simultan.
2.      Untuk mengetahui apakah Kualitas, Harga, Citra Merek dan Desain Produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian Mobil jenis MPV Merek Toyota Avanza di Kota Depok secara parsial.
1.5       Manfaat Penelitian
1.      Bagi Penulis
Diharapkan penelitian ini dapat memberikan pengetahuan dan kesempatan untuk mengimplementasikan teori kualitas, harga, citra merek, desain produk dan keputusan pembelian.
2.      Bagi Perusahaan
Diharapkan dari hasil penelitian ini akan bermanfaat bagi perusahaan untuk mengetahui hal apa yang mempengaruhi keputusan konsumen.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1       Pemasaran
            Pemasaran adalah salah satu kegiatan pokok yang perlu dilakukan oleh perusahaan baik itu perusahaan barang atau jasa dalam upaya untuk mempertahankan kelangsungan hidup usahanya. kegiatan pemasaran dapat diartikan sebagai kegiatan manusia yang berlangsung dalam kaitannya dengan pasar.
            Menurut Alma (2007), pemasaran adalah penekanan pada analisis struktur pasar, orientasi dan dukungan pelanggan, serta memposisikan perusahaan dalam mengawasi rantai nilai. Sedangkan menurut Graw (2008), pemasaran adalah suatu aktivitas yang bertujuan mencapai sasaran perusahaan, dilakukan dengan cara mengantisipasi kebutuhan pelanggan atau klien serta mengarahkan aliran barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan atau klien dari produsen.
            Konsep pemasaran adalah suatu konsep dan cara dasar yang di terapkan dalam melakukan strategi manajemen pemasaran produk atau jasa pada sebuah organisasi ataupun perusahaan. Menurut Assauri (2013), konsep pemasaran adalah suatu falsafah manajemen dalam bidang pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan dan keinginan konsumen dengan didukung oleh kegiatan pemasaran terpadu yang diarahkan untuk memberikan kepuasan konsumen sebagai kunci keberhasilan organisasi dalam usahanya mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konsep pemasaran,  tugas pokok perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan pasar, dan selanjutnya memenuhii kebutuhan dan keinginan tersebut sehingga dicapai tingkat kepuasan langganan yang melebihi dari kepuasan yang diberikan oleh para saingan.
            Bauran pemasaran merupakan suatu alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dalam memenuhi target pasarnya. Menurut Faud (2006), bauran pemasaran adalah kegiatan pemasaran yang terpadu dan saling menunjang satu sama lain. Keberhasilan perusahaan di bidang pemasaran didukung oleh keberhasilan dalam memilih produk yang tepat, harga yang layak, saluran distribusi yang baik dan promosi yang efektif. Empat kebijaksanaan pemasaran yang sering disebut konsep 4P atau bauran pemasaran tersebut adalah Produk, Harga, Saluran Distribusi dan Promosi. Untuk mencapai tujuan pemasaran, keempat unsur tersebut harus saling mendukung, sehingga keberhasilan di bidang pemasaran diharapkan diikuti oleh kepuasan konsumen.
2.2.      Kualitas
            Dalam pemasaran, perusahaan harus memperhatikan kualitas produknya. Kualitas produk merupakan pemahaman bahwa produk yang mereka tawarkan mempunyai nilai jual lebih yang tidak dimiliki oleh produk pesaingnya. Menurut Kotler (2009), Kualitas adalah totalitas fitur dan karakteristik produk atau jasa yang bergantung pada kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan atau tersirat. Ini jelas merupakan definisi yang berpusat pada pelanggan. Perusahaan yang memuaskan sebagaian besar kebutuhan pelanggannya sepanjang waktu disebut perusahaan berkualitas, tetapi kita harus membedakan antara kesesuaian kualitas dan tingkat kualitas. Sedangkan menurut Pahan (2006), kualitas didefinisikan sebagai gambaran dan karakteristik menyeluruh dari barang atau jasa yang menunjukkan kemampuannya dalam memuaskan hubungan yang ditentukan atau tersirat. Dalam beberapa sumber, kualitas mengacu pada kesesuaian penggunaan atau pemenuhan harapan pelanggan atau kepuasan pelanggan.
2.3       Harga
            Harga merupakan salah satu bagian yang sangat penting dalam pemasaran suatu produk. Harga dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang dalam menilai suatu barang yang di tawarkan. Menurut Swastha (2005), harga adalah jumlah uang (ditambah beberapa produk apabila memungkinkan) yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi dari produk dan pelayanannya. Sedangkan menurut Carthy (2008), harga adalah sesuatu yang harus diberikan oleh pelanggan untuk mendapatkan keunggulan yang ditawarkan oleh bauran pemasaran perusahaan. Harga semata-mata tergantung pada kebijakan perusahaan, tetapi tentu saja dengan mempertimbangkan berbagai hal. Murah atau mahalnya harga suatu produk sangat relative sifatnya. Untuk mengatakannya perlu terlebih dahulu dibandingkan dengan harga produk serupa yang diproduksi atau dijual oleh perusahaan lain. Perusahaan perlu memonitor harga yang ditetapkan oleh para pesaing agar harga yang ditentukan oleh perusahaan tidak terlalu tinggi atau sebaliknya, sehingga harga yang ditawarkan dapat menimbulkan keinginan konsumen untuk melakukan pembelian. Harga dengan keputusan pembelian mempunyai kaitan yang erat yang dapat dibuktikan oleh beberapa penelitian terdahulu.
2.4       Citra Merek
            Merek adalah suatu tanda yang berupa gambar, nama , huruf, angka, susunan warna atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa. Menurut Surrachman (2008), pengertian merek bukan sekedar sesauatu yang dapat menampilkan nilai fungsionalnya, melainkan juga dapat memberikan nilai tertentu dalam lubuk hati atau benak konsumen. Suatu citra merek yang kuat dapat memberikan beberapa keunggulan utama bagi suatu perusahaan salah satunya akan menciptakan suatu keunggulan bersaing. Produk yang memiliki citra merek yang baik cenderung akan lebih mudah diterima oleh konsumen. Citra merek terhadap produk berhubungan dengan sikap yang berupa keyakinan dan preferensi terhadap suatu produk. Konsumen dengan citra positif terhadap suatu produk, lebih memungkinkan untuk membangun citra positif terhadap suatu produk.
2.5       Desain Produk
            Desain Produk menurut Suyanto (2005), merupakan totalitas dari keistimewaan yang mempengaruhi cara penampilan dan fungsi suatu produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Desain produk merupakan senjata paling ampuh untuk mendeferensiasikan dan memposisikan produk dan jasa perusahaan. Sedangkan menurut Soekarno dan Basuki (2004), desain adalah pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda. Desain dihasilkan melalui pemikiran, berbagai pertimbangan, perhitungan, dan tidak boleh meninggalkan diri dari alam, cita, rasa, serta kegemaran orang banyak. Hasilnya, desain yang dituangkan di atas kertas berwujud gambar, dengan mudah dapat ditangkap pengertian dan maksudnya oleh orang lain sehingga dengan mudah dapat diwujudkan dalam bentuk yang sebenarnya.
            Dari uraian di atas dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.      Desain merupakan bentuk rumusun dari suatu proses pemikiran, pertimbangan dan perhitungan.
2.      Desain yang dituangkan dalam wujud gambar merupakan pengalihan gagasan atau pola pikir konkret dari perancang kepada orang lain.
3.      Setiap  bentuk adalah hasil karya pengungkapan dari penampilan sebuah desain

2.6       Keputusan Pembelian
            Keputusan pembelian menurut Drumond (2003:68), adalah mengidentifikasikan semua pilihan yang mungkin untuk memecahkan persoalan itu dan menilai pilihan-pilihan secara sistematis dan obyektif serta sasaran-sasarannya yang menentukan keuntungan serta kerugiannya masingmasing. Definisi keputusan pembelian menurut Nugroho (2003:38) adalah proses pengintegrasian yang mengkombinasi sikap pengetahuan untuk mengevaluasi dua atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya.
            Menurut Kotler (2009:184) mendefinisikan keputusan pembelian konsumen yaitu: “Keputusan pembelian konsumen akhir perorangan dan rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.” Sedangkan menurut Fandy Tjiptono (2008:19) mengemukakan bahwa “Keputusan pembelian konsumen adalah pemilihan satu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif.”
2.7       Penelitian Terdahulu
            Dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dapat memberikan gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian.. Berikut ini adalah beberapa enelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Tabel 2.1
Tabel Penelitian Terdahulu
NO
PENELITI
JUDUL
VARIABEL
HASIL
1
Nela Evalina
Pengaruh Citra  Merek, Kualitas, Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Kartu Perdana Telkom Flexi
Variabel Bebas : Citra Merek, Kualitas, Harga dan Promosi
Variabel Terikat : Keputusan Pembelian
Citra Merek, Kualitas, Harga dan Promosi berpengaruh positif terhadap  Keputusan Pembelian
2
Nurlisa
Pengaruh Harga, Kualitas Produk dan Citra Merek terhadap Keputusan Pembelian Kecap manis Merek Bango
Variabel Bebas : Harga, Kualitas Produk dan Citra Merek
Variabel Terikat : Keputusan Pembelian
Harga, Kualitas dan Citra Merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian
3
Hendra Noky Andrianto
Pengaruh Kualitas Produk, Citra Merek, Harga dan Promosi terhadap Keputusan Pembelian Mobil Kijang Inova
Variabel Bebas: Kualitas Produk, Citra Merek, Harga dan Promosi
Variabel Terikat: Keputuan Pembelian
Kualitas, Citra Merek, Harga dan Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian

2.8       Kerangka Pemikiran
            Pada suatu proses pembelian, biasanya seseorang mempertimbangkan lebih dahlu tentang produk apa yang akan dibeliya, apa manfaatnya, apa kelebihannya dari produk merek lain, sehingga konsumen mempunyai keyakinan untuk mengambil keputusan pembelian. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keputusan pembelian seseorang. Berdasarkan hubungan antara variable dan hipotesis bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh kualitas produk, harga, citra merek dan desain produk sehingga dapat dibuat kerangka pemikiran teoritis sebagai berikut :

Gambar 2.1
Kerangka Pemikiran


KUALITAS

 
                                    H
HARGA
 
 


                                                H
CITRA MEREK
 
KEPUTUSAN PEMBELIAN
\
 
                                   
                                                H                   
                                    
DESAIN PRODUK
 
                                                H
2.9       Hipotesis
Berdasarkan kerangka pemikiran dan perumusan masalah, maka hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut :
H: Kualitas diduga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
H: Harga diduga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
H: Citra merek diduga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
H: Desain Produk diduga berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian 

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1       Objek Penelitian
            Objek dalam penelitian ini adalah sumber informasi yang di dapat dari masyarakat dapat memberikan data yang sesuai dengan masalah yang diteliti. Dengan demikian obyek penelitian merupakan sumber informasi mencari data dalam mengungkapkan permasalahan penelitian. Dalam penelitian ini yang menjadi obyek adalah masyarakat yang menggunaan mobil Toyota Avanza di kota Depok.

3.2       Populasi dan Sampel

3.2.1    Populasi
            Menurut Harinaldi (2005), populasi adalah kumpulan dari keseluruhan pengukuran, objek atau individu yang sedang dikaji. Jadi pengertian populasi dalam statistik tidak terbatas pada sekelompok/kumpulan orang-orang, namun mengacu pada seluruh ukuran, hitungan atau kualitas yang menjadi fokus perhatian suatu kajian. Penelitian ini menggunakan konsumen yang pernah membeli dan memakai produk mobil Toyota yang tidak diketahui secara pasti jumlahnya. Maka dari itu akan diambil sampel untuk penelitian ini.

3.2.2    Sampel
            Menurut Margono (2004), menyataka bahwa sampel adalah sebagai bagian dari populasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara tertentu. Ia menyatakan bahwa sampel dalam suatu penelitian timbul disebabkan hal berikut:
1.      Peneliti bermaksud mereduksi objek penelitian sebagai akibat dari besarnya jumlah populasi, sehingga harus meneliti sebagian saja.
2.      Penelitian bermaksud mengadakan generalisasi dari hasil-hasil kepenelitiannya, dalam arti mengenakan kesimpulan-kesimpulan kepada objek, gejala, atau kejadian yang lebih luas.
            Penelitian ini menggunakan sampel karena tidak dimungkinkan untuk meneliti semua konsumen mobil Toyota Avanza di Kota Depok. Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan kombinasi metode convenience sampling dimana sampel terdiri dari orang yang bersedia dan mudah bagi peneliti untuk memulai wawancara. Penelitian ini akan menggunakan 4 variabel bebas, maka dari itu sampel yang akan diambil dalam penelitian ini berjumlah 100 sampel.

3.3       Jenis dan Pengumpulan Data
3.3.1    Jenis dan Sumber data
            Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data primer dan data sekunder. Berikut adalah uraiannya :
1.      Data Primer
            Data primer adalah data yang diperoleh peneliti langsung dari sumber asli, tanpa perantara. Data primer diperoleh dari pengisian kuesioner oleh          konsumen mobil Toyota Avanza di Kota Depok.
2.      Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari pihak yang mengambil   data primer atau dari pihak ketiga yang merupakan perantara. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder dari Otomotifnet.

3.3.2    Metode Pengumpulan Data
            Kuesioner adalah daftar pertanyaan yang diberikan peneliti pada responden untuk diberikan jawaban. Kusioner terdiri dari pertanyaan terbuka, yaitu pertanyaan yang berkaitan dengan identitas responden serta pertanyaan tertutup yaitu pertanyaan yang meminta responden untuk memilih salah satu jawaban yang telah tersedia. Pertanyaan dibuat dalam bentuk angket dengan menggunakan skala Likert 1 – 5 yang masing – masing mewakili pendapat dari responden. Skala tersebut adalah sebagai berikut :
a.       Sangat setuju : Skor 5
b.      Setuju : Skor 4
c.       Netral : Skor 3
d.      Tidak Setuju : Skor 2
e.       Sangat Tidak Setuju : Skor 1
                Pada penelitian ini, responden diharuskan memilih salah satu dari kelima alternatif jawaban yang tersedia. Nilai yang diperoleh akan dijumlahkan dan jumlah tersebut menjadi nilai total.

3.4       Operasional Variabel Penelitian dan Pengukuran
            Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Skala ini merupakan suatu teknik perskalaan yang dipakai secara luas dalam riset perilaku. Gordon (1984) menyatakan bahwa perumusan menggunakan lima titik dapat menghasilkan frekuensi yang kira – kira sama. Variabel yang diukur dalam penelitian ini mencakup (1) kualitas produk, (2) harga, (3) citra merek, (4) desain produk.
            Variabel kualitas produk dengan indikator meliputi kinerja suatu produk, daya tahan suatu produk, reabilitas, bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan, dan kenyamanan dalam penggunaan. Variabel harga dengan indikator meliputi harga yang terjangkau, harga sesuai dengan kualitas produk, harga bersaing dengan produk sejenis dan harga sesuai dengan manfaat yang dirasakan.Variabel citra merek dengan indikator meliputi symbol yang sudah dikenal, percaya pada kualitas mereknya, reputasi merek yang sudah dikenal dan mengikuti perkembangan jaman. Variabel desain produk dengan indikator meliputi gaya yang menggambarkan penampilan mengenai produk itu, daya tarik produk terhadap panca indra, kesesuaian desain produk dengan selera dan kehandalan dalam desain suatu produk.
            Definisi operasional variabel dan skala pengukuran yang digunakan secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 3.1
Tabel 3.1
Variabel, Definisi Operasional dan Skala Pengukuran
Variabel
Konsep Variabel
Skala
Sumber
Keputusan Pembelian (Y)
Suatu keputusan konsumen yang dipengaruhi oleh ekonomi keuangan sehingga membentuk suatu sikap untuk mengolah segala informasi dan mengambil kesimpulan berupa produk apa yang akan dibeli
Ordinal
Alma, 2011
Kualitas Produk (X1)
Merupakan salah satu sarana positioning utama pemasar. Kualitas yang mempunyai dampak langsung pada kinerja produk
Ordinal
Kotler dan Amstrong, 2008
Harga (X2)
Sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu produk dan jasa, jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan produk atau jasa
Ordinal
Kotler dan Amstrong, 2008
Citra Merek (X3)
Sebagai bagian dari merek yang dapat dikenali namun tidak dapat diucapkan, seperti lambing, desain huruf atau warna khusus, atau persepsi pelanggan atas sebuah produk atau jasa yang diwakili oleh mereknya
Ordinal
Surrachman, 2008
Desain Produk (X4)
Totalitas  fitur yang mempengaruhi penampilan dan fungsi produk tertentu menurut diyariatkan oleh pelanggan
Ordinal
Kotler, 2001

3.5       Metode Analisis Data
            Dari data yang didapat dari penyebaran kuesioner, akan dianalisis agar memberikan manfaat dan dapat digukan sebagai salah satu pertimbangan dalam pengambilan keputusan pembelian.

3.5.1    Uji Validitas
            Ferdinand (2006) menyatakan valid dapat berarti bahwa instrumen yang digunakan dapat mengukur apa yang hendak diukur. Suatu kuesioner dinyatakan valid ketika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Tingkat validitas dapat diukur dengan membandingkan nilai r hitung (correlation item total correlation) dengan r table denga ketentuan degree of freedom (df) = n-2, dimana n adalah jumlah sampel dengan α = 5 %, kriteria untuk penilaian uji validitas sebagai berikut :
            rhitung > r table , maka pernyataan tersebut valid
            rhitung < r table , maka pernyataan tersebut tidak valid

3.5.2    Uji Reliabilitas
            Uji reliabilitas digunakan untuk menguji seberapa jauh alat ukur yang digunakan dapat dipercaya. Alat ukur yang digunakan dapat dikatakan reliable jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil jika dilakukan berulang – ulang. Uji Reliabilitas dilakukan dengan menggunakan Cronbach alpha (α), dimana suatu konstruk/variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai alpha (α) > 0,60 (Imam Ghozali, 2006).


3.5.3    Uji Asumsi Klasik
            Di dalam penelitian ini untuk mengolah data hasil penelitian menggunakan Analisis Inferensial (kuantitatif) di mana dalam analisis tersebut menggunakan program SPSS. Analisi data dilakukan dengan bantuan metode regresi linier berganda, namun sebelum melakukan analisis regresi linier berganda digunakan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolonieritas, dan uji heteroskedastisitas.

3.5.3.1 Uji Normalitas
            Uji Normalitas bertjuan untuk menguji apakah dalam model regresi yang digunakan, variable terikat, variabel bebas atau keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data normal atau penyebaran data statistik pada sumbu diagonal dari grafik distribusi normal (Ghozali, 2006).
·         Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
·         Jika data menyebar jauh dari diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

3.5.3.2 Uji Multikolonieritas
            Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Ghozali, 2005). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Multikolinieritas dapat diukur dari nilai tolerance dan varian inflation (VIF). Jika nilai tilerance > 0,1 dan VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolinieritas antar veriabel bebas dalam model regresi. Namun jika nilai tolerance < 0,1 dan VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat multikolinieritas antar variabel bebas dalam model regresi.

3.5.3.3 Uji Heteroskedastisitas
            Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Ketika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain berbeda, inilah yang disebut dengan heteroskedastisitas (Ghozali, 2006). Ada beberapa cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas:
a.       Jika terdapat pola tertentu ( misalnya bergelombang, melebar kemudian menyempit) maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
b.      Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik – titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

3.5.4    Analisis Regresi Linier Berganda
            Dalam upaya untuk menjawab permasalahan dalam penelitian ini maka digunakan analisis regresi linear berganda (Multiple Regression). Analisis regresi pada dasarnya adalah studi mengenai ketergantungan variabel dependen (terikat) dengan satu atau lebih variabel independen (bebas), dengan tujuan untuk mengestimasi dan memprediksi rata-rata populasi atau nilai-nilai variable dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Ghozali, 2005).
            Jadi, analisis regresi linier berganda digunakan untuk menganalisis pengaruh antara harga, kualitas produk dan promosi sebagai variabel bebas terhadap keputusan pembelian sebagai variable terikat. Rumus umum dari regresi linier berganda adalah sebagai berikut :
Y = a + b1Ha + b2Kp + b3Cm + b4Dp + e
Keterangan :
Y = Keputusan Pembelian
a = Koefisien Konstanta
b1, b2, b3,b4 = Koefisien Regresi
X1 = Harga
X2 = Kualitas Produk
X3 = Citra Merek
X4 = Desain Produk
e    = Variabel Pengganggu

3.5.5    Pengujian Hipotesis

3.5.5.1 Uji Signifikansi Parameter Individual (uji t)
            Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelasan atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2006). Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah variabel bebas (kualitas produk, citra merek, harga dan desain produk) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian ) berpengaruh secara parsial atau terpisah.
            Hipotesis yang akan digunakan dalam pengujian ini adalah :
a.       H0 : variabel – variebel bebas (kualitas produk, harga, citra merek dan desain produk) secara parsial tidak memiliki pengaruh positif terhadap variabel terikat (keputusan pembelian).
b.      Ha : variabel – variabel bebas (kualitas produk, harga, citra merek dan desain produk) secara parsial mempunyai pengaruh positif terhadap variabel terikat (keputusan pembelian).
Dasar pengambilan keputusannya adalah (Ghozali, 2006) :
a.       Dengan membandingkan nilai t hitung dan t table.
Apabila ttabel> thitung maka H0 diterima dan Ha ditolak
Apabila ttabel < thitung maka H0 ditolak dan Ha diterima
b.      Dengan menggunakan angka probabilitas signifikansi.
Apabila angka signifikansi > 0, 05 maka H0 diterima dan Ha ditolak
Apabila angka signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima

3.5.5.2 Uji Signifikansi Simultan (uji F)
            Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama – sama terhadap variabel dependen (Ghozali, 2006). Dasar pengambilan keputusannya adalah :
            Menentukan F table dan F hitung dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau taraf signifikansi sebesar 5 % (α = 0,05)
a.       Apabila Fhitung> Ftabel dan nilai signifikansinya < 0,05 maka masing – masing variabel independen secara bersama sama mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen.
b.      Apabila Fhitung< Ftabel dan nilai signifikansinya > 0,05 maka masing – masing variabel independen secara bersama – sama tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen.

3.5.5.3 Koefisien Determinasi
            Pengujian koefisien Determinasi (R2) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh model yang digunakan dapat menerangkan variasi variabel independen. Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 sampai dengan 1. Semakin kecil nilai koefisien determinasi menunjukan bahwa kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan variasi variabel terikat sangat terbatas. Nilai koefisien determinasi yang semakin mendekati satu menunjukan bahwa variabel bebas yang digunakan memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel terikat.

1.      Jika angka probabilitas signifikansi < 0,5 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti bahwa variabel bebas (harga, kualitas produk dan promosi) secara individual memiliki pengaruh signifikan terhadap variable terikat (keputusan pembelian).