Jumat, 22 Mei 2015

PROSES PENULISAN KARYA ILMIAH

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Menulis karya tulis ilmiah yang bersumber dari penelitian adalah menulis laporan penelitian dan artikel untuk jurnal ilmiah. Oleh sebab itu, format penulisannya menyesuaikan dengan format penelitian. Format penelitian sangat tergantung dengan metode penelitian yang digunakan, di mana setiap metode memiliki format tersendiri. Format dalam menulis karya ilmiah merupakan alur-alur jalan pikiran yang terdapat dalam sebuah penelitian yang dikaitkan dengan proses penulisan. Dan didalam dunia informasi ada berbagai macam bentuk penyampaian informasi berita, salah satunya adalah penulisan ilmiah. Penulisan ilmiah ini dapat berupa karya ilmiah, artikel, makalah dan skripsi.

Dalam pembahasan ini kita tidak akan menekankan kepada aspek-aspek penelitian seperti teknik pengambilan data, analisis data, dan teknik analisis statistika, melainkan kepada rambu-rambu pikiran yang merupakan tema pokok sebuah proses penelitian. Seperti kita ketahui bahwa penelitian adalah sebuah proses pemecahan masalah, maka penulisan karya tulis ilmaih merupakan pemaparan proses pemecahan masalah, sehingga pembaca memperoleh jawaban dari masalah yang diteliti. Karya tulis ilmiah hasil penelitian berfungsi mengkomunikasikan ihwal gagasan atau hasil penelitian yang telah dilakukan,

Setiap penulisan ilmiah biasanya diikuti dengan suatu penelitian, yang kemudian nantinya hasil dapat disusun dan diurutkan dalam bentuk tulisan.Untuk mempelajari lebih lanjut dan mendalam tentang penulisan ilmiah maka akan dibahas melalui bab pembahasan.

1.2  Rumusan Masalah

a.        Apa yang dimaksud dengan karya ilmiah, dan bagaimanakah prosedur pembuatanya?
b.       Apakah artikel itu, serta bagaimanakah prosedur pembuatannya?
c.        Apa yang dimaksud dengan makalah ilmiah, dan bagaimanakah prosedur pembuatanya?
d.       Apa yang dimaksud dengan skripsi, dan bagaimanakah prosedur pembuatanya?

1.3  Tujuan Penulisan

Didalam penulisan karya tulis ini tentunya memiliki tujuan,  yaitu:
a.        Memberikan pengetahuan serta informasi bagi mahasiswa serta pembaca tentang penulisan ilmiah.
b.       Memberikan pengertian tentang apa itu karya ilmiah, artikel ilmiah, makalah ilmiah, dan skripsi.
c.        Memberikan pemahaman tentang bagaimana prosedur pembuatan suatu karya ilmiah.
d.       Memiliki sikap positif bahwa setiap tulisan dapat dijadikan acuan bagi setiap


1.4  Manfaat
Melalui pemaparan topik ini mahasiswa diharapkan:
a.        Penulis dapat memberikan pengetahuan serta informasi bagi mahasiswa serta pembaca tentang penulisan ilmiah.
b.       Kita dapat lebih memahami tentang bagaimana prosedur pembuatan karya ilmiah, artikel ilmiah, makalah ilmiah, dan skripsi.
c.        Memiliki sikap positif bahwa setiap tulisan dapat dijadikan acuan bagi pembaca.
d.       Mampu membuat  karya ilmiah, artikel, makalah maupun skripsi.
e.        Mendapatkan ilmu yang bermafaat dan menambah wawasan kita tentang penulisan ilmiah.

BAB II
PEMBAHASAN

 2.5       Karya Ilmiah

2.1.1 Pengertian Karya ILmiah
Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Ada berbagai jenis karya ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah,laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
2.1.2  Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

1.Bagian Pembuka

·         Cover
·         Halaman judul.
·         Halaman pengesahan.
·         Abstraksi
·         Kata pengantar.
·         Daftar isi.
·         Ringkasan isi.
2. Bagian Isi

Bab I Pendahuluan

1.1    Latar belakang masalah.
1.2    Perumusan masalah.
1.3    Pembahasan/pembatasan masalah.
1.4    Tujuan penelitian.
1.5    Manfaat penelitian.
Bab II Kajian teori atau tinjauan kepustakaan

                                            2.1        Pembahasan teori
                                            2.2        Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuan
                                            2.3        Pengajuan hipotesis
Bab III Metodologi penelitian

                                      3.1        Waktu dan tempat penelitian.
                                      3.2        Metode dan rancangan penelitian
                                      3.3        Populasi dan sampel.
                                      3.4        Instrumen penelitian.
                                      3.5        Pengumpulan data dan analisis data.
Bab IV Hasil Penelitian

4.1    Jabaran varibel penelitian.
4.2    Hasil penelitian.
4.3    Pengajuan hipotesis.
4.4    Diskusi penelitian, mengungkapkan pandangan teoritis tentang hasil yang didapatnya.
4. Bagian penunjang

·         Daftar pustaka.
·         Lampiran- lampiran antara lain instrumen penelitian.
·         Daftar Tabel

 2.6       Artikel
2.2.1 Pengertian Artikel

Artikel merupakan salah satu bentuk karya ilmiah lengkap yang ditulis berdasarkan hasil penelitian dan hasil pemikiran atau kajian pustaka. Dalam hal ini, artikel dapat dikatakan sebagai karya tulis yang berisi opini seseorang yang mengupas tuntas suatu masalah tertentu yang bersifat aktual dan kadang-kadang kontraversial dengan tujuan memberikan informasi, memengaruhi, meyakinkan, persuasive argumentatif, dan menghibur khalayak pembaca. Oleh sebab itu, jenis artikel ini bisa berupa artikel ilmiah murni dan artikel ilmiah populer.

Artikel adalah karya tulis lengkap, misalnya laporan berita atau esai di majalah, artikel merupakan salah satu karya tuls ilmiah yang paling sederhana. Artikel biasanya diperuntukan bagi masyarakat umum yang dimuat pada media cetak, majalah dinding, dan ada juga dari dosen dengan maksud menyampaikan ide, gagasan (baca KKBI,2001:66).

Artikel adalah karya tulis ilmiah yang berisi opini atau gagasan seseorang yang berasal dari hasil penelitian atau hasil pemikiran atau kajian pustaka dan dimuat di jurnal ilmiah atau media massa untuk memberikan informasi tenteng sesuatu kepada sekelompok orang atau khalayak ramai.

2.2.1    Prosedur Menulis Artikel
            Artikel hasil penelitian dikembangkan dengan urutan  sebagi berikut:
1.      judul artikel
Judul harus mengembangkan penelitian yang dilakukan. informasi yang penting juga harus dimunculkan dalam judul yang biasa tidak lebih dari 14 kata.

2.      Nama penulis
Nama penulis biasanya ditulis tanpa gelar akademik  akan tetapi ada pula jurnal yang tetap menuliskan gelar penulisnya.

3.      Abstrak dan kata kunci
Abstrak harus memberi gambaran ringkasan tentang penelitian, yaitu masalah, tujuan , metode dan hasil. Abstrak biasanya terdiri atas 50-75 kata yang disusun dalam satu paragraf. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dan dengan format yang lebih sempit  dari teks utama.

4.      Pendahuluan
Bagian pendahuluan biasnya tidak diberi judul, akan tetapi ada sebagai jurnal secara eksplisit menuliskannya. Pada bagian pendahuluan berisi permasalahan penelitian, menunjukan tujuan penelitian , menunjukan ringkasan kajian teori, pemecahan masalah, dan jika memungkinkan menyebutkan hipotesis.

5.      Metode penelitian
Metode penelitian menguraikan bagaimana penelitian dilakukan. Materi pokok bagian ini ialah pemaparan desain yang digunakan, memberi dengan jelas sasaran dan menggambarkan teknik atau prosedur analisis.

6.      Hasil penelitian dan pembahasan
biasannya menunjukan hasil bersih analisis data, menyajikan secara efektif kajian nonnaratif, tidak mengulang apa yang ada didalam grafik dan tabel. Pembasan merupakan bagian yang terpenting artikel sebagai penelitian. Penulis artikel menjawab pertanyaan penelitian dan menunjukan bagaimana temuan tersebut diperoleh, menginterprestasi temuan, menguraikan temuan dengan struktur pengetahuan yang telah  mapan dan memunculkan teori atau memodifikasi teori yang telah ada.

7.      Kesimpulan dan saran
Kesimpulan dan saran menyajikan ringkasan dan penegasan tulisan mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Saran harus sesuai dengan hasil penelitian, tidak melampaui kapasitas  temuan penelitian dan dapat dilaksanakan.

8.      Daftar rujukan
Bagian akhir dari artikel adalah daftar rujukan. Daftar rujukan ini memuat semua rujukan yang telah dimuat di dalam artikel dan memuat bahan yang tidak dirujuk.

2.2.2 Sistematika Penulisan Artikel Ilmiah

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2  Ruang Lingkup
1.3  Tujuan
1.4  Manfaat
BAB II Metode Penelitian
             2.1 Jenis Penelitian
             2.2 Sumber Data
             2.3 Teknik Pengumpulan Data
BAB III Pembahasan
             3.1       Pengertian
BAB IV Penutup
4.1  Kesimpulan
4.2  Saran
Daftar pustaka






 2.7       Makalah Ilmiah

2.3.1 PengertianMakalah Ilmiah

Istilah makalah terkadang dikaitkan dengan karya tulis dikalangan siswa/mahasiswa, yakni segala jenis tugas tertulis yang berhubungan denbgan bidang study, hasil pembahasan buku atau tulisan tentang suatu persoalan (Eko susilo dkk, 1991:145)

Menurut Tanjung (2000:7), makalh adalah karya tulis yang memuat pemikiran tentan suatu masalah atau topic tertentu yang ditulis secara sistematis dan runtut dengan disertai analisis yang logis dan objektif.makalah ditulis untuk memenuhi tugas terstruktur yang diberikan oleh dosen atau ditulis atas inisiatif sendiri untuk disajikan dalam forum ilmiah. Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa makalah merupakan karya tulis ilmiah yang memuat pemikiran tentang suatu masalah atau topic tertentu yang ditulis secara runtut dan sistematis dengan diserti analisis yang logis dan objektif.

Pada dasarnya, salah satu tujuan pokok penulisan makalha adalah untuk meyakinkan pembaca bahwa topik yang diotulis dengan dilengkapi penalaran logis dan pengorganisasian yang sistematis memang perlu untuk diketahui dan di perhatikan.


2.3.2 Prosedur Pembuatan Makalah
   Menurut Zaenuddin (2004:114-115), format penulisan makalah secara umum terdiri atas:
1.      Bagian Awal Makalah
bagiaan awal makalah berisi tentang:
a.        Lembar Judul
Pada Bagian Ini Memuat:
1).    Judul Makalah
judul merupakan nama yang melukiskan dengan singkat masalah yang ditulis.meskipun singkat judul harus mencerminkan isi tulisan. judul harus dirumuskan dengan jelas, singkat relevan dengan isi tulisan, tetapi tidak terlalu provokatif.
2).    Nama, NIM, NPM,
3).    Nama dan tempatperguruan tinggi dan keterangan untuk apa makalh ini dibuat.
4).    Tahun
b.       Kata Pengantar
Kata pengantar belum termaksud bab pendahuluan, oleh arena itu penempatanya harus di luar tubuh tulisan. Bagian ini umumnya berisi tentang pernyataan penulis untuk menyerahkan tulisanya kepada penerima tulisan; gambaran umum tentang pelaksanaan tugas dan hasilnya,  ucapan terima kasih kepada semua pihak; tempat, tanggal, bulan, dan tahun penyusunan tulisan itu; serta penanggung jawab tulisan tersebut. Pada bagian paling akhir biasanya diakhiri harapan penulis atas teguran, kritik, dan saran-saran memperbaiki tulisan tersebut dari pembaca.
c.        Daftar Isi
Daftar isi merupakan kerangka tulisan yang terperinci yang telah ditulis, mulai dari kata pengantar sampai dengan indeks. Daftar isi diletakan pada halaman baru setelah kata pengantar.
d.       Daftar Gambar
(jika ada)
e.        Daftar Tabel
Bagian ini berisi keterangan tabel-tabel yang tercantum pada tulisan. Yang disajikan dalam bentuk tabel biasanya yang berupa jumlah, statistik, persentase, dan lain-lain (jika ada).

2.      Bagian Inti Makalah
Bagian inti masalah berisi tentang:
a.        Pendahuluan
Pendahuluan merupakan bagian dari makalah yang berusaha mengantar permasalahan yang disajikan. Oleh karena sifatnya sebagai pengantar kearah permasalahan, maka pendahuluan harus berisi penjelasan yang singkata mengenai pokok persoalan dan bukan berisi pendapat atau argumentatif. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pendahuluan ini yaitu, umum, maksud dan tujuan , pendekatan, ruang lingkup, pengertian-pengertian, dan tata urutan.
b.       Permasalahan
Permasalahan merupakan kesulitan yang ingin dipecahkan manusia, atau suatu kenyataan yang tidak sesuai dengan keinginan.
c.        Pembahasan
Pembahasan merupakan isi dari makalah, berupa uaraian yang relevan dengan ruang lingkup, uraian yang membahas pemecahan masalah sesuai dengan isi topik. Pembahasan yang baik harus berorientasi pada pokok permasalahan yang disoroti selain harus disusun dengan bahasa yang baik, jelas dan singkat.
d.       Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan disesuaikan dengan kajian masalah yang telah dikemukakan. Kesimpulan itu hendakya menyatakan kembali secara ringkas tujuam makalah. Kesimpulan ditarik berdasarkan hasil/temuan penelitian tersebut. Saran merupakan anjuran-anjuran yang bersifat realitas demi memperbaiki makalah tersebut dan manfaat makalah tersebut bagi pembacanya umumnya.
e.        Penutup
Penutup merupakan bab atau  bagian yang paling akhir dari suatu makalah.penutup hendaknya ditulis secara singkat dan ringkas sebagai penegasan apa yang telah diulas atau dibahas dalam makalah tersebut.

3.      Bagian Akhir Makalah
a.        Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi semua sumber kepustakaan yang dipergunakan dalam penulisan. Sumber kepustakaan ini dapat berupa acuan dalam penulisan makalah baik dari buku, surat kabar, internet, dan sumber tertulis lainya.
b.       Lampiran-lampiran
Lampiran ini berisikan tentang tabel-tabel yang tidak tercantum dalam teks atau perincian perhitungan, gambar-gambar, bagan, peta, instrument penelitian, transkripsi, dan lain-lain.



2.3.3 Sistematika Makalah

Halaman judul
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1  Latar belakang
1.2  Ruang Lingkup
1.3  Tujuan Penulisan
Bab II Pembahasan
                   2.1       Pengertian
Bab III Penutup
                   3.1       Kesimpulan
                   3.2       Saran
Daftar Pustaka
Lampiran-Lampiran

 2.8       skripsi

Skripsi merupakan karya ilmiah resmi yang ditulis oleh mahasiswa dalam rangka menyelesaikan studi pada program sarjana (S1). penulisan skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian sesuai dengan bidang keahliannya.Skripsi disusun dan dipertahankan  untuk mencapai gelar sarjana. Skripsi ditulis dan diajukan sebagai persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana. Dalam penulisan skripsi harus memenuhi criteria dan karakteristik sebagai berikut:
1).          Merupakan karya asli hasil penelitian ilmiah berkualitas dan bukan hasil karya orang lain atu plagiat.
2).          Bermanfaat bagi pengembangan pendidikan dalam bidang tertentu, baik secara teoritis maupun praktis
3).          Mengarah pada pemecahan masalah pendidikan dan pengajaran mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan pendidikan tinggi, termaksuk pendidikan keluarga. Untuk bidang nonpendidikan, skripsi diarahkan pada permasalahan bidang keilmuan yang sesuai dengan program studi mahasiswa.
4).          Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan ataupun penelaah pustaka (penelitian kepustakaan) yang relevan dengan program studi yang ditempuh mahasiswa.
5).          Ditulis dalam bahasa indonesia yang baik dan benar.


2.4.1 Prosedur Pembuatan Skripsi

A.     Bagian Awal
Bagian ini memuat hal-hal:
1).          Sampul Skripsi
2).          Halaman Putih Kosong
3).          Halaman Abstrak
4).          Halaman Judul
5).          Halaman Pernyataan
6).          Halaman Pengesahan
7).          Halaman Riwayat Hidup
8).          Halaman Persembahan
9).          Halaman Moto
10).      Kata Pengantar
11).      Daftar Isi
12).      Daftar Tabel (Jika Ada)
13).      Daftar Gambar (Jika Ada)
14).      Daftar Lampiran

B.      Bagian Isi
Bagian isi memuat hal-hal sebagai berikut:
1.      BAB I PENDAHULUAN
a.        Latar Belakang Masalah
b.       Identifikasi Masalah
c.        Pembatasan Masalah
d.       Perumusan Masalah
e.        Tujuan Dan Kegunaan Penelitian
f.        Ruang Lingkup Penelitian

2.      BAB III TINJAUAN PUSTAKA
a.        Tinjauan Pustaka dan Kajian Penelitian Terdahulu yang Relevan
b.       Kerangka Berfikir
c.        Hipotesis

3.      BAB III METODE PENELITIAN
a.        Metode Penelitian
b.       Variabel Penelitian
c.        Populasi, Sampel,  dan Teknik Sampling
d.       Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian
e.        Teknik Analisis Data















BAB III
PENUTUP




 3.3       Kesimpulan

Tulisan ilmiah merupakan tulisan yang didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian,  dalam bidang tertentu disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisannya. Selain bahasanya harus santun dan isinya dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Karya ilmiah banyak jenisnya yaitu dapat berupa, artikel ilmiah, makalah ilmiah, dan skripsi.

dalam penulisan ilmiah kita harus tunduk pada aturan-aturan dan prosedur yang berlaku dalam proses pembuatannya, serta terususun  secara sistematis, logis dan faktual. tulisan ilmiah disajikan dalam bentuk ilmiah, objektif atau apa adanya. mengguanakan bahsa baku, lugas, dan jelas.

 3.4       Saran

Setelah kita memahami bagaimana penulisan ilmiah itu, apa sajakah jenis karya ilmiah, dan bagaimanakah prosedur pembuatannya. Maka penulis mengharapkan agar kita semua mampu memahami dan mampu untuk menulis sebuah karya ilmiah bahkan lebih, tanpa merasa bingung mengenai bagaimana cara atau langkah awal penulisannya. Serta penulis mengharapkan semoga karya tulis ini menjadi pedoman atau bahkan menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa maupun pembaca pada umumnya.









DAFTAR PUSTAKA


Dalman. (2012). Keterampilan Menulis. Jakarta. Rajagafindo Persada.

Sudarmaji, dkk. (2012). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. STKIP PGRI Bandar Lampung.

Musanef, Moersaleh. (1988). Pedoman Penulisan Skripsi. Jakarta.Tema Baru.

http://www.artikelbagus.com/2012/03/artikel-ilmiah-pendidikan.html

http://www.artikelbagus.com/2012/03/artikel-ilmiah-pendidikan.html

SUMBER WEBSITE:
http://herizanyp.blogspot.com/2012/12/makalah-penulisan-ilmiah.html

Jumat, 15 Mei 2015

Fenomena Penggunaan Bahasa di Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan dengan ratusan suku yang memiliki ribuan bahasa ibu dan budayanya. Bahasa Indonesia  adalah bahasa persatuan yang digunakan untuk menyatukan dan mempermudah komunikasi antarsuku yang ada di Indonesia.Saat ini banyak terjadi pergeseran makna yang membombardir kekukuhan bahasa Indonesia. Keberadaan Bahasa Indonesia mengalami banyak perkembangan dari sejak awal terbentuknya hingga saat ini karena keterbukaannya. Ada dua fenomena yang terjadi dewasa ini yang berkaitan dengan Bahasa Indonesia, yaitu : A. Fenomena Positif   Bahasa Indonesia telah berkembang dengan baik di kalangan masyarakat. Terbukti dengan digunakannya bahasa Indonesia oleh para ibu (khususnya ibu-ibu muda) dalam mendidik anak-anaknya. Dengan demikian, anak-anak menjadi terlatih menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan di masa depan mereka memiliki keterampilan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia.Kita juga perlu berbangga hati dengan digunakannya bahasa Indonesia dalam produk-produk perusahaan luar negeri, baik dalam kemasannya, prosedur penggunaannya, maupun keterangan produk yang dihasilkan. Mereka melakukan hal ini untuk mempermudah promosi, sehingga produk mereka laku dipasarkan di Indonesia.Dari contoh di atas, dapat disimpulkan bahwa keberadaan bahasa Indonesia diakui oleh masyarakat Internasional khususnya para pengusaha asing. B. Fenomena Negatif   Seiring dengan berkembangnya zaman, banyak ditemukan perkembangan bahasa yang menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia, seperti munculnya bahasa gaul, bahasa komunikasi kelompok bermain atau bahasa prokem, bahasa SMS dan bahasa yang sedang banyak dibicarakan belakangan ini yaitu Bahasa Alay. Dewasa ini, kesadaran untuk berbahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan remaja mulai menurun, mereka lebih senang menggunakan bahasa gaul daripada bahasa Indonesia. Fenomena seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi, karena hal ini dapat merusak kebakuan dan merancukan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia harus tetap berkembang, walaupun diterpa oleh kemunculan bahasa-bahasa asing dan bahasa pergaulan.Kita seharusnya malu jika tidak dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik, karena kita pemiliknya. Sekarang ini, kita cenderung menyepelekan dan mencampuradukkannya dengan bahasa daerah, seperti mencampurnya dengan bahasa Jawa. Fenomena ini sering kali kita jumpai dalam pergaulan sehari-hari, contohnya di sekolah, saat jam pelajaran kita menggunakan bahasa Indonesia, tetapi saat kembali bercengkerama dengan teman-teman, kita lupa akan bahasa Indonesia. Apalagi dengan kemunculan bahasa gaul dan bahasa prokem yang ternyata sudah dibukukan oleh salah seorang artis ternama kita, Debbie Sahertian.Jadi, sebaiknya antara bahasa daerah dan bahasa Indonesia harus berkembang seimbang, agar peran bahasa Indonesia di era global ini diakui dan tetap berdiri tegak di bumi Indonesia. Bahasa gaul, bahasa prokem, bahasa Indonesia yang mengalami penginggrisan harus dapat ditekan dan hanya sebatas untuk komunikasi pergaulan. Bahasa pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebudayaan. Oleh karena itu, bahasa Indonesia dalam konteks kebudayaan nasional merupakan komponen yang paling representatif dan dominan, termasuk upaya melanggengkan kesatuan bangsa (Hasan Alwi, 1998). Orang Indonesia sebaiknya belajar mencintai bahasa nasionalnya dan belajar memakainya dengan kebanggaan dan kesetiaan, sehingga membuat orang Indonesia berdiri tegak di dunia ini walaupun dilanda arus globalisasi dan tetap dapat mengatakan dengan bangga bahwa orang Indonesia menjadi bangsa yang berdulat yang mampu menggunakan bahasa nasionalnya untuk semua keperluan modern.Kita tidak boleh kalah dengan bangsa lain, seperti Arab, Italia, Jerman, Prancis, Jepang, Korea dan Cina yang bahasanya bukan Inggris, tetapi tidak mengalami proses penginggrisan yang memprihatinkan. Masyarakat Indonesia harus dapat menunjukkan ketahanan budayanya, warganya hanya perlu diberi semangat dan didorong agar jangan cepat menyerah. Untuk meningkatkan peran bahasa Indonesia di era global dan tetap mempertahankan budaya daerah seharusnya pemerintah memberlakukan peraturan atau Undang-undang tentang tata susunan, isi, dan penggunaan bahasa Indonesia yang benar dalam surat kabar, tabloid, maupun majalah-majalah remaja. Sebaiknya dalam majalah remaja perlu diisikan kolom khusus bacaan berbahasa Indonesia yang benar, untuk media elektronik, seperti TV khususnya televisi swasta dan radio diadakan acara debat, cerdas tangkas, diskusi, dan acara yang menggunakan bahasa Indonesia yang benar. Tetap diadakan ujian nasional bahasa Indonesia dan pemberian penghargaan kepada orang yang mampu berbahasa Indonesia dengan baik dan benar Dari uraian di atas, setidaknya hal yang perlu diingat adalah hanya bahasa Indonesialah yang mampu mendekatkan sekaligus menyatukan berbagai etnis di Indonesia, sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan lancar dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Indonesia bukanlah satu-satunya lambang identitas kebangsaan di NKRI. Hal-hal lain, seperti komitmen pada bendera Merah Putih juga merupakan lambang identitas bangsa. Tetapi, satu hal yang patut direnungkan dalam konteks ini keduanya dapat melahirkan sikap mental yang menumbuhkan rasa kebersamaanSumber : http://edijunaedi73.blogspot.com/2014/10/fenomena-bahasa-indonesia.html