Jumat, 13 Maret 2015

hobi menjadi bisnis

Hobi Menjadi Bisnis
          
momo
  Hobi adalah kesenangan seseorang yang tak bisa di halangi. Bagi saya, hobi itu hal yang bisa membuat stress hilang. Hal ini terjadi bagi diri saya sendiri. Dari kecil hobi saya senang dengan binatang yang lucu seperti kucing. Kucing adalah binatang yang bisa membuat saya senang, karena kelakuannya yang sangat menggemaskan. Pada saat saya sekolah dasar, setiap pulang sekolah saya sering membawa anak kucing dari pinggir jalan ke rumah, sampai-sampai saya selalu di marahi oleh ibu saya karena di anggap kucing itu kotor dan banyak virus yang membahayakan bagi manusia. Tapi omelan demi omelan yang keluar dari mulut ibu saya, tak di dengar oleh saya. Seakan-akan omelan ibu saya dianggap sebagai angin yang berhembus dan hilang begitu saja. Saya mempunyai 2 orang kaka. Pada saat saya beranjak SMP, teman kaka saya ada yang suka melihara kucing. Pada saat itu, dia akan dinas keluar kota dan bingung mengarawat kucing di rumahnya dan akhirnya di berikan kepada tetangga dan teman- temannya. Dia yang bernama Putri menawarkan kepada kaka saya untuk memelihara kucing tersebut karena dia tau adiknya suka dengan kucing. Keesokan harinya, kaka saya menawarkan saya kucing temannya tersebut tetapi tidak dibolehkan sama ibu saya. Karena saya sangat suka kucing, saya bujuk-bujuk ibu saya untuk menyetujui memelihara kucing itu dan pada akhirnya persetujuan saya dikabulkan dengan syarat saya harus mendapatkan nilai bagus di sekolah.

sparkles
            Sudah 1 tahun memelihara kucing, kucing tersebut hilang karena pintu belakang rumah saya agak sedikit terbuka. Saya pun sudah mencarinya tetapi tidak ketemu. Ibu dan ayah saya menyuruh saya untuk focus kepelajaran sekolah karena akan menghadapi ujian nasional untuk melanjutkan SMA. Alhamdulillah saya mendapatkan sekolah negeri yang cukup popular dan bagus yaitu SMAN 3 Depok. Setelah saya di terima disekolah tersebut, ibu saya menawarkan hadiah dan saya meminta dibelikan kucing Persia untuk menggantikan kucing yang hilang waktu itu. Ibu saya membolehkan. Saya pun langsung membelinya di peternak kucing yang bernama mba Gita. Dari situ saya belajar cara melihara kucing Persia dengan benar, karena saya sebelumnya kurang begitu paham memelihara kucing, sebatas hobi pelihara saja. Setelah 3tahun berjalan kucing saya pun mempunyai anak dan saya tidak jual. Tetapi, semakin banyak kucing yang dipelihara, semakin besar juga uang yang dikeluarkan untuk membeli makanannya. Dari situ saya berpikir, kenapa tidak jual saja anak yang dilahirkan oleh induknya tersebut. Dan akhrnya saya menjual anak kucing itu ke orang yang suka dengan kucing juga. Dari situ saya mengambil kesimpulan, dengan hobi saya yang suka melihara kucing, bisa menjadi bisnis sampingan saya dirumah. Dari kucing jenis Himalaya yang bernama cumay, ragdoll yang bernama momo, pesia peaknose yang bernama momo saja pelihara untuk memuaskan hobi saya dan dilain sisi untuk pemasukan dana agar bisa ditabung. Ada salah satu orang yang membeli kucing saya dan mengajak saya untuk masuk ke komunitas kucing yang bernama D’JABOERS. Komunitas itu khusus kucing yang setiap hari minggu pada kopdar di depan stadion UI depok. Banyak hal yang bermanfaat di komunitas tersebut seperti banyakya link yang di peroleh untuk menjual dan memelihara. Group tersebut selalu terbuka untuk semua orang yang suka kucing. Semakin banyak orang yang kita kenal, semakin banyak juga informasi yang kita dapat. Sampai sekarang saya masih memelihara kucing Persia yang saya gemari karena bulunya yang lebat dan hidungnya yang pesek. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar